Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 April 2024 | 18.15 WIB

8 Tanda Anda Dibesarkan Dalam Rumah Tangga yang Toxic Menurut Psikologi, Salah Satunya Sulit Memercayai Orang

Ilustrasi pria dengan wajah cemas dengan hal-hal yang ingin dia lakukan karena takut gagal dan tidak percaya diri. Ini merupakan salah satu tanda dia dibesarkan dari rumah tangga yang toxic. - Image

Ilustrasi pria dengan wajah cemas dengan hal-hal yang ingin dia lakukan karena takut gagal dan tidak percaya diri. Ini merupakan salah satu tanda dia dibesarkan dari rumah tangga yang toxic.

JawaPos.com – Masa kecil adalah masa yang menyenangkan dan penuh dengan kenangan-kenangan lucu yang bisa dijadikan momen indah saat sudah beranjak dewasa. Cara Anda dibesarkan adalah salah satu faktor penentu yang menentukan jalan hidup Anda dan psikologi yang Anda kembangkan seiring dengan pertumbuhan Anda.

Bagi seorang anak, cara tumbuh dewasa adalah apa adanya. Karena tidak ada hal-hal lain yang bisa dibandingkan, Anda tidak tahu apakah hidup Anda normal atau apakah hidup tumbuh di lingkungan yang toxic. Dengan memahami tanda-tanda Anda dibesarkan dalam keluarga yang toxic bukan tentang membahas masa lalu bahkan menyalahkan. Namun tentang memahami diri sendiri dan membantu menyadari kekuatan yang menjadikan Anda seperti sekarang ini.

Dilansir dari laman Idea Pod, terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda dibesarkan dalam rumah tangga yang toxic. Simak selengkapnya:

1. Anda tidak memiliki rasa percaya diri terhadap diri sendiri

Rasa percaya diri yang sehat merupakan hal yang sangat penting dalam setiap ingin melangkah jauh dalam hidup. Rasa percaya diri tersebut berasal dari pengasuhan orang tua yang mendorong Anda untuk menjadi yang terbaik.

Namun, apabila Anda tidak mendapatkan dorongan tersebut dari orang tua maka sering mengalami kesulitan dalam membangun harga diri yang sehat. Menurut sebuah penelitian, menunjukkan bahwa keluarga adalah salah satu faktor risiko dan ketahanan paling penting bagi kesehatan mental pada masa remaja dan masa dewasa awal.

Apabila seorang anak remaja yang tumbuh besar dewasa dengan pola asuh yang terlalu kritis, negatif atau kasar maka bisa sangat mudah meyakinkan seorang anak bahwa dirinya tidak berharga. Hal ini bisa menyebabkan orang tidak percaya diri dengan diri sendiri dan kemampuannya.

2. Takut gagal

Salah satu konsekuensi lain dari tumbuh dalam rumah tangga yang toxic adalah rasa takut akan kegagalan. Salah seorang psikolog Jim Taylor mengungkapkan bahwa ketakutan akan kegagalan di kalangan anak-anak di Amerika saat ini berada pada tingkat epidemi.

Sejatinya kegagalan akan mengajarkan keterampilan hidup yang penting seperti komitmen, kesabaran, tekad, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Namun Anak-anak yang tidak diajari cara gagal sering kali tumbuh dengan kekurangan keterampilan tersebut.

Apabila dalam diri Anda sering mendapati mudah menyerah atau takut mengambil risiko karena Anda tidak percaya kemampuan Anda sendiri untuk melakukan tugas sulit maka ada kemungkinan Anda dibesarkan dalam keluarga yang toxic.

3. Merasa bersalah atau malu

Apabila di masa kecil sering disalahkan orang tua atas hal-hal yang tidak beres maka hal ini bisa menyebabkan saat menjadi orang dewasa terus-menerus merasa bersalah atau malu atas tindakan mereka.

Mereka tidak bisa mampu membedakan rasa malu yang toxic dengan rasa malu yang benar adanya karena berbuat kesalahan. Rasa malu yang toxic tidak disebabkan oleh tindakan kita namun berasal dari trauma masa lalu.

4. Mengalami kecemasan atau depresi

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore