Ilustrasi berbagai tipe kepribadian menurut teori MBTI. Sumber Foto: (Freepik/macrovector_official)
Ikhtisar Tes
Mengutip dari laman Verywell Mind, tujuan dari MBTI adalah untuk memungkinkan responden mengeksplorasi lebih jauh dan memahami kepribadian mereka termasuk kesukaan, ketidaksukaan, kekuatan, kelemahan, kemungkinan preferensi karir, dan kecocokan dengan orang lain.
Tidak ada satu tipe kepribadian yang "terbaik" atau "lebih baik" dibandingkan tipe kepribadian lainnya. Ini bukanlah alat yang dirancang untuk mencari disfungsi atau kelainan. Sebaliknya, tujuannya hanyalah untuk membantu Anda mempelajari lebih lanjut tentang diri Anda. Kuesionernya sendiri terdiri dari empat skala yang berbeda.
Dikotomi ekstraversi - introversi perta
Ekstrovert (juga sering dieja ekstrovert) adalah orang yang "berwawasan ke luar" dan cenderung berorientasi pada tindakan, lebih sering menikmati interaksi sosial, dan merasa bersemangat setelah menghabiskan waktu bersama orang lain. Introvert adalah orang yang “berbalik ke dalam” dan cenderung berorientasi pada pikiran, menikmati interaksi sosial yang mendalam dan bermakna, dan merasa segar kembali setelah menghabiskan waktu sendirian.
Skala ini melibatkan pengamatan bagaimana orang mengumpulkan informasi dari dunia sekitar mereka. Sama seperti ekstraversi dan introversi, semua orang menghabiskan waktu untuk merasakan dan melakukan intuisi tergantung pada situasinya. Menurut MBTI, masyarakat cenderung dominan di satu bidang atau bidang lainnya.
Orang yang lebih menyukai penginderaan cenderung memberikan banyak perhatian pada kenyataan, khususnya pada apa yang dapat mereka pelajari dari indra mereka sendiri. Mereka cenderung fokus pada fakta dan detail serta menikmati pengalaman langsung. Mereka yang lebih menyukai intuisi lebih memperhatikan hal-hal seperti pola dan kesan. Mereka senang memikirkan kemungkinan-kemungkinan, membayangkan masa depan, dan teori-teori abstrak.
Skala ini berfokus pada bagaimana orang mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mereka kumpulkan dari fungsi penginderaan atau intuisi mereka. Orang yang lebih suka berpikir lebih menekankan fakta dan data objektif.
Mereka cenderung konsisten, logis, dan impersonal ketika mempertimbangkan suatu keputusan. Mereka yang lebih menyukai perasaan lebih cenderung mempertimbangkan orang dan emosi ketika sampai pada suatu kesimpulan.
Menilai (J) – Mempersepsi (P)
Skala terakhir menyangkut bagaimana orang cenderung menghadapi dunia luar. Mereka yang cenderung menghakimi lebih menyukai keputusan yang terstruktur dan tegas. Orang yang condong ke arah persepsi lebih terbuka, fleksibel, dan mudah beradaptasi. Kedua kecenderungan ini berinteraksi dengan skala lainnya.
Ingat, semua orang setidaknya meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas ekstravert. Skala penilaian-persepsi membantu menggambarkan apakah Anda berperilaku seperti orang ekstrover ketika Anda menerima informasi baru (merasakan dan intuisi) atau ketika Anda membuat keputusan (berpikir dan merasakan).

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
