Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Maret 2024 | 17.56 WIB

Bukan Cuma Kekuatan Tapi juga Kelemahan, Ini 6 Bahaya Jika Mengandalkan Intuisi Saja dalam Mengambil Keputusan

6 Bahaya Jika Mengandalkan Intuisi Saja dalam Mengambil Keputusan (infinitesoulblueprint.com) - Image

6 Bahaya Jika Mengandalkan Intuisi Saja dalam Mengambil Keputusan (infinitesoulblueprint.com)

JawaPos.com- Setiap pengambilan keputusan, sebaiknya tidak hanya melibatkan intuisi saja.

Sebaiknya, sebelum mengambil keputusan juga harus dipertimbangkan dengan mengandalkan pengalaman hingga pendidikan.

Memahami naluri dan intuisi tidaklah mudah, pasalnya beberapa intuisi berasal dari sifat dan kepribadian seseorang.

Menurut Frobes yang dikutip oleh JawaPos.com, Minggu (31/3), selain kekuatan ternyata intuisi punya kelemahan jika tidak dikendalikan oleh pemiliknya.

Berikut ini enam jika terlalu mengandalkan intuisi berdasarkan wawancara Forbes dengan beberapa tokoh pemimpin

  1. Merasa nyaman belum tentu benar

Karena sesuatu berhasil di masa lalu, bukan berarti akan berhasil di masa depan. Sesuatu bisa berubah dalam sekejap. Bisnis telah berubah dalam semalam. Begitu juga dengan harapan para manusia saat ini.

Jika Anda ingin menjadi pemimpin yang hebat, Anda harus secara konsisten berupaya untuk melakukan perbaikan karena kesuksesan hanya terjadi pada saat ini.

  1. Data tidak boleh diabaikan

Kita semua mungkin dibombardir oleh penelitian dan temuan terbaru yang seharusnya memberikan informasi kepada kita tentang bagaimana kita harus meningkatkan keterampilan.

Kadang hal tersebut tampak membebani. Tapi, itu tidak boleh diabaikan. Penelitian tentang persepsi karyawan, budaya magnetis, dan sifat-sifat kepemimpinan yang disukai mungkin tidak mengubah siapa Anda, namun mungkin memberi Anda wawasan tentang siapa Anda nantinya.

  1. Selalu ada pengecualian

Kita telah mendengar banyak pemimpin berkata, ":Saya memahami orang-orang". Meskipun hal ini mungkin benar, kita tidak ingin mengelompokkan semua orang ke dalam kategori yang sama dengan asumsi kita mengetahui niat, tujuan, atau rasa frustrasi setiap orang.

Intuisi Anda mungkin tepat bagi sebagian besar orang. Namun, jangan pernah lupa bahwa selalu ada pengecualian, dan jika Anda benar-benar ingin menjadi pemimpin yang hebat, Anda perlu melakukan riset, mendapatkan umpan balik, dan hanya membuat satu asumsi—bahwa pendekatan Anda tidak akan berhasil untuk semua orang.

  1. Anda mengabaikan dasar-dasarnya

Intuisi dapat menghasilkan ide-ide cemerlang, pendekatan segar, dan hasil yang luar biasa. Meskipun demikian, penting untuk menyadari bahwa tugas Anda sebagai seorang pemimpin adalah menginspirasi orang lain untuk menjadi hebat.

Dan meskipun dunia terus berubah, umat manusia tidak berubah secara drastis. Faktanya, studi Budaya Global OC Tanner Institute pada tahun 2018 menemukan bahwa budaya perusahaan yang paling menarik bagi orang-orang adalah budaya yang berfokus pada enam bidang keunggulan yang sangat manusiawi yaitu budaya yang memberikan tujuan, peluang, kesuksesan, penghargaan, kesejahteraan, dan kepemimpinan.

Ini adalah keinginan dasar manusia. Jika intuisi membawa Anda menjauh dari hal-hal mendasar, Anda mungkin membuat keputusan yang berbahaya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore