Marcus Aurelius, stoikisme dan cara praktiknya
JawaPos.com - Belakangan, hidup ala stoic atau filsafat stoikisme menjadi pedoman yang cukup digandrungi oleh banyak orang.
Tak sedikit, buku bacaan maupun media sosial dipenuhi oleh berbagai perbincangan mengenai stoikisme ini.
Lantas apa sebenarnya stoikisme ini? Apa yang dimaksud dengan hidup ala stoik? Bagaimana mempraktikkanya?
Dosen filsafat dari Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (Unair), Listiyono Santoso menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan filsafat stoikisme.
Menurutnya, stoikisme mengajarkan hidup yang realitis, reflektif, selalu antisipasi dan melakukan evaluasi diri.
Seseorang yang menerapkan hidup ala stoik berarti ia harus siap dalam berbagai tantangan maupun hambatan.
“Hidup harus benar-benar realistis dan tidak mengkhayalkan sesuatu yang tidak-tidak. Kita juga harus mengantisipasi untuk hidup dalam kemungkinan situasi terburuk. Orang Jawa menyebutnya nrimo ing pandhum, yakni tidak berlebihan, menghadapi dunia apa adanya, dan berorientasi pada kesejahteraan dan kebahagiaan,” ungkap Wadek I tersebut yang dikutip dari unair.ac.id pada Jum’at (22/3).
Filsafat yang telah ada sejak abad ketiga sebelum masehi ini dicetuskan oleh filsuf Yunani Kuno di Athena bernama Zeno.
Kemudian dikembangkan oleh banyak filsuf stoa lainnya, mulai dari Chrisippus, Cicero, Epictetus, Marcus Aurelius, Seneca dan yang lainnya.
Mereka mendebatkan banyak hal. Namun, yang menjadi konsentrasi utama adalah tentang kebajikan hidup.
“Penyebutan Stoa oleh karena para filsuf tersebut berdebat dan berdialog di Stoa. Mereka membicarakan ragam isu dan tema, dari soal teologi, astronomi, fisika, logika, hingga etika. Pembicaraan utamanya adalah mengenai filsafat kebajikan hidup dalam etika dan teologia,” tutur Dosen kelahiran Sleman tersebut.
Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Dibuka untuk Lulusan SMA hingga S2, Berikut Ini Batas Usianya
Adapun beberapa praktik stoikisme yang dapat dilakukan sebagaimana yang dikutip dari dailystoic.com pada Jum’at (22/3).

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
