Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 03.43 WIB

13 Rekomendasi Permainan Anak yang Mendidik Mengasah Kemampuan Kognitif Maupun Motorik

Rekomendasi permainan anak yang mendidik. (Freepik) - Image

Rekomendasi permainan anak yang mendidik. (Freepik)

JawaPos.com –  Anak-anak zaman sekarang kiranya tidak bisa lepas dari teknologi. Kini mereka lebih asyik dengan gadget ketimbang bermain di luar rumah atau memainkan permainan anak bersama teman-teman sebayanya

Permainan anak tradisional zaman dahulu mengasah kemampuan motorik dan kognitif anak secara maksimal, Pasalnya, anak dituntut untuk bergerak dan berpikir cepat selama permainan.

Dilansir dari Halodoc, Kamis (20/03) Rekomendasi permainan anak yang mendidik serta  mengasah kemampuan kognitif maupun motorik: 

  1. Petak umpet

Petak umpet ternyata bisa mendidik Si Kecil, Permainan petak umpet biasanya dilakukan oleh 4-6 orang dengan satu orang yang berjaga.

Anak yang berjaga ini kemudian akan menghitung sampai 10 dengan mata tertutup. Selama waktu tersebut, anak-anak lain mencari tempat persembunyiannya masing-masing.

Selama bermain petak umpet, anak didorong untuk mencari tempat persembunyian yang paling aman. Selain itu, otaknya juga dituntut untuk mempertimbangkan kapan waktu yang tepat untuk keluar dari persembunyiannya tanpa tertangkap.

Bagi anak yang berjaga, mereka juga harus punya taktik supaya bisa menemukan tempat persembunyian anak-anak lain.

  1. Kelereng

Kelereng adalah permainan tradisional yang juga mengasah kemampuan otak anak. Permainan yang biasa dilakukan oleh anak laki-laki ini dilakukan oleh dua orang.

Masing-masing saling bergantian untuk menyingkirkan kelereng dari lingkaran yang sudah mereka gambar di atas tanah atau kertas.

Pemenangnya adalah yang mampu menyingkirkan seluruh kelereng milik lawan. Di sinilah kemampuan otak anak terasah. Sebab mereka harus memperkirakan dan menghitung dengan tepat sebelum melempar kelereng.

  1. Lampu merah, lampu hijau

Permainan yang satu ini muncul di film serial Squid Game,  Si Kecil mungkin bisa mengajak teman-teman di sekitar rumahnya untuk bermain bersama. Aturannya juga mudah, satu orang bertugas sebagai operator lampu lalu lintas dan lainnya menunggu di posisi start.

Si operator bertugas untuk berteriak “lampu hijau” yang artinya pemain boleh bergerak hingga mencapai garis finish. Sedangkan “lampu merah” berarti seluruh pemain harus berhenti dalam posisi apapun.

Anak yang ketahuan bergerak nantinya gugur dan yang berhasil mencapai garis finish lah yang menjadi pemenangnya. Permainan ini jelas mengasah kemampuan motorik karena anak perlu bergerak dan diam untuk mempertahankan posisinya.

  1. Puzzle

Menyusun puzzle bisa menstimulasi otak, melatih konsentrasi, dan merangsang saraf Si Kecil. Sebab, anak wajib untuk menyatukan potongan-potongan gambar secara acak. Permainan yang satu ini banyak tersedia di toko mainan atau toko buku.

Biasanya, puzzle punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda, tergantung usia anak. Menyusun puzzle dapat melatih kognitif anak, Seperti kemampuan anak dalam  berpikir, memahami, dan eksplorasi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore