Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 00.10 WIB

Ladies Study Indonesia Asah Energi Feminin untuk Menjadi Perempuan Powerful

Dari kiri Ketua Executive Lily Liem, President Ina L. Gunawan, dan Founder Ladies Study Ursulla Maharani. - Image

Dari kiri Ketua Executive Lily Liem, President Ina L. Gunawan, dan Founder Ladies Study Ursulla Maharani.

JawaPos.com–Perempuan memakai begitu banyak topi peran. Baik itu topi sebagai seorang istri, ibu, atau karir masing-masing. Namun banyak perempuan yang kehilangan arah karena lupa cara melepas topi tersebut.

Hal itu yang ingin diubah Sylvia Silvers, love and relationship coach dalam workshop Powerful Woman bersama komunitas Ladies Study pada Kamis (14/3).

’’Banyak yang bilang perempuan kuat harus bisa berkorban dan memilih satu hal. Tapi begitu perempuan berkorban, dia akan mulai menghadapi semuanya. Ada depresi, anxiety, moody, dan sebagainya,’’ kata Sylvia.

President Ladies Study Indonesia Ina L. Gunawan.

Dia menegaskan, perempuan kuat tidak harus berkorban. Justru semakin bisa meminta bantuan, semakin kuat. Sebab, perempuan takut terlihat lemah ketika meminta bantuan.

Dia pun membagikan cara menjadi perempuan powerful. Salah satunya dengan mengasah energi feminin.

’’Feminin itu nurture, melayani, mencintai, baik dan empati. Tapi kalau digunakan secara salah, seperti pisau yang tajamnya dua sisi,’’ ujar Sylvia.

Dari kiri Linda Purnawan, Soesywaty Soendjaja, Lily Liem.

Untuk itu, perlu mengetahui value diri sendiri. Gunakan cinta dan kasih, bukan pengorbanan.

’’Kalau ada rasa menyesal, itu artinya berkorban,’’ tandas Sylvia.

Salah satu cara mengisi cinta dari dalam diri adalah dengan menyembuhkan inner child. Sylvia mengajak para ladies untuk bermain peran. Dia mengajak mereka menari dan menikmati alunan musik anak-anak.

 ’’Lihat diri kita saat anak-anak, rasakan seolah kita adalah anak berusia tiga tahun,’’ ujar Sylvia.

Para ladies pun dengan senang ikut menari dan bermain. Kemudian Sylvia meminta mereka berpasang-pasangan. Satu orang berperan sebagai ibu, dan seorang lagi menjadi anak.

’’Sekarang yang jadi mama lepas tangan anaknya. Biarkan anak bermain sendirian. Lalu si anak tutup mata, bayangkan bagaimana rasanya ditinggal mama,’’ kata Sylvia.

Workshop Powerful Woman bersama komunitas Ladies Study pada Kamis (14/3).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore