
ILUSTRASI: Jika anak terlibat atau menjadi pelaku perundungan, tegaskan bahwa tindakan itu tidak dapat diterima dan harus dihentikan. Dampingi anak untuk bertanggung jawab dan memperbaiki kesalahannya
Perundungan terjadi lagi dan lagi. Kasus yang belakangan ini ramai melibatkan anggota geng di sekolah yang melakukan perundungan fisik secara berkelompok. Upaya apa yang bisa dilakukan orang tua dan pihak sekolah untuk menghentikannya?
---
PADA fase remaja, anak mulai berusaha melepaskan diri dari orang tua secara emosional dan menghabiskan lebih banyak waktunya dengan teman sebaya. Kelompok dalam pertemanan sebenarnya merupakan hal yang wajar di usia remaja. Namun, menjadi berbahaya apabila kelompok tersebut dijadikan alat untuk menunjukkan kekuasaan, pemaksaan, apalagi melakukan perundungan dan kekerasan.
Pengaruh Lingkungan Sosial
Remaja dalam kelompok teman sebaya merasa dirinya harus lebih banyak menyesuaikan diri untuk mendapat pengakuan. ’’Anak remaja masuk geng biasanya karena adanya prestise, misal geng itu ’cowok banget’ atau ’keren’. Nah, ketika sudah gabung, ada kecenderungan ingin mendapat pengakuan dari geng dengan cara melakukan tindakan sesuai aturan kelompok,” tutur Lucy Lidiawati Santioso SPsi MH Psikolog.
Anak mungkin berkelakuan baik ketika di rumah. Namun, saat anak berada di luar rumah, ortu tidak bisa mengawasi. Apalagi, mayoritas anak akan menyembunyikan perilaku perundungan dari ortu maupun guru. Karena itu, penting untuk menerapkan komunikasi dua arah dan ortu menjadi pendengar yang baik.
”Luangkan waktu berkualitas bersama anak, dengarkan keluh kesah mereka, tunjukkan minat pada obrolan anak. Hindari komunikasi satu arah dengan dominasi nasihat,” ujar dosen psikologi Universitas Insan Cita Indonesia itu. Jika ortu cenderung melakukan komunikasi satu arah, remaja akan makin menjauh dari ortu dan makin lekat dengan kelompok teman sebaya.
Cari Tahu Pergaulan Anak
Ortu seharusnya sosok yang paling mengenal anaknya. Jangan kalah dekat dengan teman, apalagi media sosial. Kenali lingkungan pergaulan anak. Jika anak tergabung dalam kelompok atau geng, kenali seperti apa value dan interaksi kelompok pertemanan anak tersebut. Dengan demikian, ketika menemukan ada yang tidak sesuai, ortu bisa mengajak anak berdiskusi untuk mencegah hal-hal buruk terjadi. Misalnya, apa pandangan anak tentang perundungan dan bagaimana sikapnya jika hal itu terjadi di lingkungannya.
Ketika Anak Menjadi Pelaku Bullying
Tidak ada orang tua yang mengharapkan laporan buruk tentang anaknya. Apalagi mengetahui anaknya terlibat perundungan sebagai pelaku. Meski sulit menerima, ortu harus bijak meresponsnya. ”Ucapkan terima kasih kepada guru atau ortu korban yang memberi tahu dan sampaikan bahwa Anda menganggap hal itu serius,” lanjut parenting coach tersebut.
Sebelum berbicara dengan anak, luangkan waktu untuk memproses perasaan diri sehingga emosi terkendali. Barulah tanyakan kepada anak kebenaran laporan yang diterima. Termasuk perbuatan anak kepada korban. ”Cari tahu pola perundungan. Sudah berapa lama berlangsung, apakah anak menargetkan beberapa teman atau selalu satu yang sama, apa yang memicu perundungan,” imbuhnya.
Ketika anak mencari-cari alasan dan bersikeras tidak bersalah, ortu tak perlu mendebatnya. Sebab, lebih mudah bagi anak mengungkapkan kebenaran saat mereka memilih mengakui perilaku buruknya. ’’Hindari juga taktik tangan besi atau memukul, bahkan kekerasan lain. Reaksi ini sering kali mencontohkan perundungan itu sendiri,” ucapnya.
Konsekuensi dari Tindakan
Ortu tetap harus menanggapinya dengan serius. Jangan memaklumi tindakan anak, apalagi membela kesalahannya. Beri tahu anak bahwa perundungan tidak dapat diterima dan harus dihentikan. ”Ajak anak merenungkan tanggung jawab dari tindakannya dan diskusikan bagaimana anak memperbaiki kesalahan dan situasi,” sarannya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
