
Ini penyebab bau badan/Freepik
JawaPos.com - Ketika seseorang berkeringat, aroma tidak sedap sering muncul. Hal ini terjadi karena tubuh manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat, yakni ekrin dan apokrin.
Kelenjar ekrin tersebar di seluruh tubuh, sementara kelenjar apokrin terdapat di area dengan rambut, seperti ketiak dan lain sebagainya.
Ketika seseorang merasa panas atau cemas, kelenjar apokrin menghasilkan cairan kental seperti susu yang dikenal sebagai keringat.
Meskipun demikian, keringat itu sendiri pada awalnya tidak berbau. Aroma yang tidak sedap muncul ketika keringat berinteraksi dengan bakteri di permukaan kulit, yang kemudian mengurai keringat dan menghasilkan aroma yang tak sedap.
Meskipun sudah menggunakan deodoran, beberapa orang masih mengalami masalah bau badan.
Meskipun deodoran bertujuan untuk mengurangi bau badan dengan menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau tak sedap, namun beberapa faktor dapat membuat deodoran menjadi tidak efektif.
Penyebab bau badan yang tetap muncul meskipun sudah menggunakan deodoran dapat berkisar dari masalah kesehatan tertentu hingga kebiasaan perawatan tubuh yang kurang optimal.
Bau badan bisa dipengaruhi oleh perubahan hormonal. Misalnya, selama menopause, penurunan kadar estrogen dapat memicu gejala seperti hot flashes dan keringat berlebihan, menurut National Institute on Aging (NIA).
Pubertas juga merupakan periode hormonal di mana ketiak mungkin menghasilkan bau yang tidak sedap.
Kelenjar keringat apokrin menjadi lebih aktif selama pubertas yang dapat memperburuk bau badan.
Untungnya, fluktuasi hormon biasanya bersifat sementara, sehingga bau badan seharusnya mereda ketika hormon kembali stabil.
Namun, jika produk deodoran tidak efektif mengontrol bau badan, sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan antiperspiran/deodoran sesuai resep yang dianjurkan.
Peningkatan keringat dan bau ketiak sebagai hasilnya bisa menjadi efek samping dari beberapa obat, termasuk antidepresan (seperti bupropion, clomipramine, fluoxetine, dan sertraline)
Jika Anda melihat perubahan pada bau badan sejak mengonsumsi suatu obat tertentu, bicarakan dengan dokter Anda, yang mungkin dapat meresepkan obat lain (namun jangan menghentikan penggunaan obat resep kecuali jika disetujui oleh dokter).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
