
Ilustrasi. Ada lima kondiri yang dialami seseorang ketika patah hati.
JawaPos.com - Tegar dan kuat adalah kata-kata semangat yang diberikan jika sedang patah hati. Selain sakit hati, pisah dari pasangan membuat siapa saja sulit menerima, berpindah ke lain hati (move on), dan ikhlas.
Berapa lama sih waktu untuk move on? Dan apa yang biasanya dialami seseorang yang patah hati?
Dilansir dari YourTango, Minggu (7/10), mereka yang telah melalui perpisahan membutuhkan proses panjang untuk penyembuhannya. Sayangnya, tidak ada formula yang tepat untuk menentukan secara pasti berapa lama Anda harus terpuruk meratapi masa-masa itu.
Sebagai contoh, temuan dari satu studi 2015 yang diterbitkan dalam The Journal of Positive Psychology mengungkapkan bahwa kebanyakan orang bisa ikhlas dan menerima segala kondisi menyedihkan itu setelah 11 minggu (atau tiga bulan). Sedangkan hasil dari studi 2017 yang lebih baru mengatakan rata-rata seseorang butuh 18 bulan untuk bisa bangkit kembali. Sebab, setiap orang yang baru saja pisah dengan pasangan pasti mengalami lima kondisi buruk. Apa saja?
Hancur Seperti Sakit Kronis
Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional ada penyakit yang dinamakan katastropik. Penyakit kronis menahun yang berbiaya tinggi. Seperti itulah gambaran patah hati. Rasa sakit dan emosi membuat seseorang tak berdaya, dan pesimis, seperti sedang menderita sakit kronis. Pasti mengalami rasa sakit dan depresi hingga sengsara dalam prosesnya.
Merenung atau Meratapi
Terlalu sering merenung, melamun, dan menyendiri. Dipenuhi pikiran menyalahkan diri sendiri. Terobsesi dan tak bisa menerima apa yang sedang terjadi.
Menolak Untuk Menerima
Sulit menerima bahwa hubungan sudah berakhir. Untuk benar-benar melupakan. Selalu berharap mendapat kesempatan untuk rekonsiliasi. Seseorang akan terus menyiksa diri dan menutup diri.
Kehilangan Krisis Identitas
Bayangkan jika pasangan sudah terjalin erat selama bertahun-tahun lalu pisah. Pasti mereka akan kehilangan separuh jiwanya. Mereka akan mengalami krisis identitas setelah putus cinta. Seolah mereka kehilangan jati diri tanpa hati separuhnya lagi.
Menangis Tak Henti-hentinya
Bersandar pada teman adalah bagian dari proses penyembuhan bagi kebanyakan orang setelah perpisahan yang menyakitkan. Teman terpercaya bisa menjadi sandaran bahu untuk menangis dan pendengar yang sabar, terutama di tahap-tahap awal. Apalagi jika perpisahan dilandasi kesalahan sendiri. Tentu penyesalan yang tiada akhir.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
