
ilustrasi wanita minum air. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Kita semua tahu peran penting air untuk tubuh mulai dari memberikan kulit bercahaya hingga meningkatkan energi. Tetap terhidrasi sangat penting untuk kesehatan misal mendukung pencernaan dan mengatur suhu tubuh.
Tapi, apakah benar minum terlalu banyak air bisa berdampak buruk bagi tubuh? Dikutip JawaPos.com dari EatingWell, Sabtu (20/1), para ahli mengungkap efek samping, gejala, risiko overhidrasi, serta cara mencegah terlalu banyak minum air.
Keracunan air adalah suatu kondisi yang muncul ketika seseorang minum air dalam jumlah berlebihan dalam waktu singkat, melebihi kemampuan ginjal untuk menghilangkan air, menurut StatPearls.
“Hiponatremia dapat menyebabkan kadar natrium darah turun terlalu rendah,” kata dokter umum Semiya Aziz.
“Natrium merupakan elektrolit penting yang membantu mengatur keseimbangan air dan fungsi saraf dan otot dalam tubuh. Keracunan air jarang terjadi dan biasanya terjadi ketika seseorang minum lebih dari 1 liter air per jam selama beberapa jam tanpa mengganti elektrolit yang hilang,” tambahnya.
Adapun tanda awal mungkin dirasakan termasuk mengantuk, kram, peningkatan tekanan darah, dan penglihatan ganda, namun gejala bisa lebih parah seiring perkembangan kondisi seperti kelelahan, kebingungan, sakit kepala, serta mual dan muntah.
“Konsumsi air berlebih menyebabkan pengenceran kadar natrium dalam darah menyebabkan gejala mual, sakit kepala, kebingungan, kejang dan dalam kasus ekstrim, koma atau kematian,” jelas ahli diet Trista Best.
Beberapa efek samping akan terjadi jika banyak minum air putih meliputi pembengkakan sel menyebabkan berbagai masalah termasuk gangguan fungsi seluler dan peningkatan tekanan di dalam jaringan bisa berakibat fatal jika melebihi 5-8 persen dari kapasitas tengkorak.
Lalu, membebani dan mempegaruhi kemampuan fungsi ginjal untuk mengeluarkan kelebihan air, menimbulkan risiko dan komplikasi kesehatan yang serius.
“Konsumsi air yang berlebihan dapat membebani sistem peredaran darah menyebabkan edema (retensi cairan) dan memberikan tekanan tambahan pada jantung, berpotensi menyebabkan masalah kardiovaskular. Selain itu, hidrasi berlebih mengganggu keseimbangan elektrolit penting,” pungkas Best.
Meskipun jenis pengobatan mungkin berbeda-beda tergantung risiko dan komplikasinya, ada beberapa tindakan praktis yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi keracunan air:
Pantau asupan air: Hindari minum lebih dari 0,8 hingga 1 liter air per jam dan minumlah sesuai dengan tingkat rasa haus dan aktivitas fisik.
Seimbangkan elektrolit: Hati-hati konsumsi cairan atau makanan kaya elektrolit terutama jika banyak berkeringat atau berolahraga dalam waktu lama.
Menurut Institute of Medicine of the National Academies, rekomendasi batasan minum air ialah 3,7 liter per hari untuk pria berusia 19-30 tahun dan 2,7 liter per hari untuk wanita dalam rentang usia yang sama.
Namun, kebutuhan individu berbeda-beda berdasarkan usia, berat badan, pola makan, tingkat aktivitas, dan iklim sehingga menyesuaikannya berdasarkan kebutuhan individu sangatlah penting.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
