Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 April 2022 | 02.48 WIB

Berapa Nominal Tip yang Etis? Berikan dengan Sikap Respek

TULUS: Meski bukan mejadi keharusan, tak ada salahnya memberikan tip kepada pramusaji jika Anda merasa terkesan dengan pelayanannya. Bisa dengan menyelipkan tip pada bill book ketika transaksi pembayaran. (Foto Ilustrasi Diperagakan Model. Angger Bondan/J - Image

TULUS: Meski bukan mejadi keharusan, tak ada salahnya memberikan tip kepada pramusaji jika Anda merasa terkesan dengan pelayanannya. Bisa dengan menyelipkan tip pada bill book ketika transaksi pembayaran. (Foto Ilustrasi Diperagakan Model. Angger Bondan/J



Pemberian uang tip merupakan tanda terima kasih konsumen atas pelayanan yang dinilai berkesan. Haruskah menambahkan tip di luar tagihan yang mesti dibayar? Dan, adakah panduan nominal tip yang ideal?


---

SEBELUM membahas etika memberikan tip, kita harus memahami inti dari dasar etika. Dasar dari etika adalah bagaimana kita selalu bisa menyenangkan orang lain. Always want to please everybody.

Sebagai makhluk Tuhan yang dikaruniai pikiran dan perasaan terhadap sesama, sudah sepatutnya kalau dalam kehidupan kita sehari-hari juga bisa memanusiakan semua orang tanpa memandang strata, derajat, dan warna kulit.

Demikian juga dalam hal etika memberikan tip. Pada dasarnya, kalau di luar negeri, pemberian uang tip merupakan budaya dan keharusan. Sementara itu, di Indonesia tidak ada ’’keharusan’’ bagi kita untuk memberikan tip setelah selesai mendapatkan pelayanan, misalnya ketika ke restoran, salon atau spa, dan hotel.

Sebab, biasanya di dalam nota tagihan sudah ada tambahan service charge. Namun, yang namanya kepuasan hati saat merasakan pelayanan dari seseorang tentu tidak bisa dinilai dengan berapa rupiah yang akan kita keluarkan.

Untuk itu, tidak ada salahnya apabila kita memberikan tambahan atau uang tip bagi petugas/staf yang melayani kita. Pada umumnya, nominal tip yang biasa dijumpai adalah 10–15 persen dari jumlah tagihan. Apabila jumlah tagihan dirasa sudah terlalu tinggi, kita tidak harus berpatok pada persentase tersebut, tetapi sesuai kerelaan kita.

Siapa saja dan bagaimana situasi yang layak diberi tip, antara lain, sebagai berikut:

• Pegawai salon

Bagi yang sering treatment di salon, tak jarang punya pegawai langganan karena cocok dengan pelayanannya. Alangkah senangnya jika orang tersebut diberi tip sebagai tanda terima kasih. Misalnya, tarif hair spa di salon tersebut Rp 150 ribu, kita bisa memberikan tip dengan kisaran mulai Rp 15 ribu. Jika mengambil beberapa treatment dan dilayani lebih dari satu staf, pertimbangkan untuk memberikan tip kepada masing-masing di antara mereka.

• Pengemudi taksi atau transportasi online

Tarif yang kita bayarkan dihitung berdasar jarak tempuh. Misalnya, ketika pengemudi harus menerjang macet atau kita merasa nyaman lantaran driver menyetir dengan aman, kita bisa berikan kelebihan sedikit dari biaya perjalanan kita.

• Kurir pengantar makanan atau paket

Ketika Anda memesan makanan di mal atau restoran yang mengharuskan kurir mengeluarkan effort lebih, naik ke lantai atas, mencari lokasi resto, apalagi jika mengantre panjang, tambahkan tip atas jasanya. Jangan lupakan tarif parkir juga, ya.

Selain itu, kurir yang mengantarkan paket kita dengan hati-hati, tak ada salahnya diberi apresiasi berupa uang tip. Terlebih jika paket tersebut berupa barang yang butuh perlakuan khusus atau berisiko pecah, misalnya.

• Pelayan restoran

Tidak semua restoran memasukkan service charge dalam total bill. Meskipun sudah termasuk dalam bill, jika terkesan dengan pelayanan waiter/waitress, Anda bisa memberikan sedikit tip atau kembalian dari pembayaran bill Anda, misalnya. Ada beberapa outlet yang menempatkan kotak tip di dekat kasir. Customer tidak wajib memberikan tip, besarannya pun bebas.

• Room service di hotel

Selain pelayan restoran, petugas hotel layak diberi tip. Misalnya, ketika dengan sigap dan ramah menawarkan bantuan untuk membawakan barang bawaan Anda. Juga, petugas housekeeping dan room service. Jika tidak bertemu langsung dengan staf tersebut, Anda bisa meninggalkan uang tip di meja, disertai ucapan terima kasih.

• Siapa pun yang sudah melayani kita dalam segala aspek, selain beberapa list di atas.

Yang pasti, berilah tip dengan ikhlas, tidak mengomel di belakang, dan tidak memperlakukan orang semena-mena dengan pemikiran uang bisa membeli harga diri seseorang. Berilah tip dengan sikap respek. Namun, perlu diperhatikan juga. Ada beberapa bidang pekerjaan yang dikenai peraturan tidak boleh menerima tip. Jika Anda memberikan tip, hal itu justru bisa membuat karyawan yang bersangkutan berisiko mendapat sanksi.




*) INDAYATI OETOMO, International Director John Robert Powers
Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore