
Semenjak pakai masker untuk mencegah Covid-19, mata dan alis merupakan area wajah tang paling terlihat. Maka area ini harus tampil lebih hidup dengan make-up. (Pexels)
JawaPos.com - Selama pandemi Covid-19, sejumlah masalah kulit yang paling sering muncul umumnya disebabkan karena sering memakai masker. Beberapa masalah kulit tersebut di antaranya dermatitis atau eksim, maskne atau jerawat akibat pemakaian masker dan kulit kusam.
Berbicara tentang kesehatan kulit secara virtual, baru-baru ini, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Klinik Bamed Bintaro dr. Mohammad Yoga Adi Waskito, SpDV, menjabarkan satu persatu masalah kulit tersebut. Pemicunya berbeda-beda, bisa karena matahari atau pemakaian masker terlalu lama.
1. Dermatitis
Masalah ini merupakan peradangan pada kulit yang dapat menimbulkan gejala seperti ruam kemerahan, kulit terasa gatal, kering, dan bersisik. Terdapat berbagai macam dermatitis dengan berbagai penyebabnya dan ciri khas karakteristik yang berbeda-beda.
Contohnya pada Dermatitis Atopik beberapa faktor dapat menjadi penyebabnya, yaitu faktor genetik, kulit kering, gangguan imun, dan faktor lingkungan. Keadaan ini seringkali bertambah parah dengan seringnya kita mandi pada masa pandemi ini yang akan membuat kulit akan menjadi lebih kering dan selanjutnya akan terjadi kerusakan pada struktur kulit yang akan menyebabkan proses peradangan lebih lanjut.
Dermatitis lainnya yaitu Dermatitis Kontak terjadi setelah kulit mengalami iritasi/peradangan akibat adanya paparan bahan kimia atau alergen tertentu yang mengenai kulit, seperti sabun, detergen, cairan pembersih rumah tangga, pewarna, pewangi, nikel, lateks, produk makeup, atau perhiasan. Hal ini juga bertambah sering terjadi pada masa pandemi akibat kita sering mencuci tangan dan menggunakan alkohol based hand sanitizer.
"Beberapa eksim sulit dan butuh waktu lama untuk disembuhkan," jelas dr. Mohammad Yoga Adi Waskito.
Cara terbaik untuk menghindari eksim kambuh kembali adalah dengan mengenali faktor pencetusnya. Apabila
gejala terus berlanjut, sebaiknya berkonsultasi ke dokter spesialis dermatologi dan venereologi untuk
dievaluasi lebih lanjut.
2. Maskne
Penggunaan masker untuk aktivitas sehari-hari seringkali menimbulkan masalah jerawat atau maskne di area
wajah yang tertutup oleh masker, seperti pada dagu, hidung, dan pipi bagian bawah. Pengunaan masker dalam
waktu lama membuat kulit wajah terus bergesekan dengan masker, sehingga kulit wajah mudah berkeringat
dan lembap yang menjadi sarana baik bagi kuman penyebab jerawat berkembang biak.
Pengobatan maskne sama seperti dengan jerawat pada umumnya. Beberapa tips yang harus diperhatikan dalam menggunakan masker yaitu, harus mengganti masker jika sudah terlalu lembap, cuci masker kain setelah dipakai, membersihkan wajah sebelum dan sesudah pakai masker, selalu menggunakan pelembap untuk mengurangi gesekan kulit dengan masker. Selalu menggunakan tabir surya dan menghindari pengunaan makeup yang terlalu tebal.
3. Kulit Kusam
Masalah kulit kusam juga sering terjadi akibat cara berjemur yang salah. Beberapa cara berjemur yang benar yaitu saat kisaran UV index 3-5, sekitar 5-15 menit (untuk kulit terang), 15-30 menit (untuk kulit yang lebih gelap). Berjemur dilakukan sebanyak 2-3x seminggu dan hanya diperlukan 15 persen bagian dari seluruh badan saja dengan pilihan area badan seperti area punggung, kedua lengan bawah, punggung tangan, dan tungkai bawah, hindari daerah wajah dan leher, lindungi anggota tubuh lain dengan penggunaan topi, kacamata, dan tabir surya minimal SPF 30 PA+++ yang tahan air. Apabila sudah terjadi wajah kusam, flek atau bercak kecoklatan pada wajah dapat dikonsultasikan pada dokter spesialis dermatologi dan venereologi.
Cara Mengatasi Masalah Kulit
Salah satunya dengan menggunakan Pico laser atau pico second laser. Adalah merupakan salah satu jenis laser yang mampu menembakan sinar laser dalam waktu yang sangat singkat, yaitu selama 1/10-12 detik. Pico laser mempunyai waktu tembak 1/1000 lebih singkat dari sinar laser nano second yang sudah umum digunakan.
Dengan menembakan sinar laser dalam waktu yang sangat singkat dengan energi yang optimal maka hasil nya akan lebih maksimal dan mempunyai downtime serta efek samping yang minimal. Pico laser bekerja dengan sistem ultra short pulse dengan high peak power yang menghasilkan efek foto akustik yang lebih efektif untuk pigmen dan tidak memengaruhi jaringan sekitarnya daripada laser nano second.
“Sebelum melakukan tindakan pico laser, dokter dapat memberikan saran pengunaan beberapa krim selama beberapa minggu yang bertujuan untuk mempersiapkan kulit untuk dapat dilakukan tindakan laser dan meminimalkan efek samping pasca tindakan laser tersebut. Sesudah tindakan laser sebaiknya hindari
pemakaian skincare yg bersifat eksfoliatif dan dapat mengiritasi kulit, selalu gunakan tabir surya dan
pelembap,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
