Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 15.45 WIB

Sisi Buruk Sharenting: Pemicu Ketidaknyamanan yang Berujung Perselisihan Orang Tua dan Anak

Ilustrasi sharenting. /sumber: The New Yorker - Image

Ilustrasi sharenting. /sumber: The New Yorker

JawaPos.com – Setiap orang di dunia baik dari kalangan muda dan tua, pasti pernah menghabiskan sebagian besar waktunya di situs media sosial.

Terutama bagi para orang tua, mungkin kita sudah menyadarinya bahwa orang tua kerap kali membagikan secuplik foto, video ataupun informasi tentang anak-anak mereka.

Kejadian tersebutlah yang dinamakan dengan sharentingberasal dari gabungan kata sharing dan parenting.

Banyak orang tua mungkin menganggap, sharenting adalah cara yang umum untuk menjalin kedekatan antara anak dan keluarganya. 

Mengutip dari laman Verywell Mind, sebuah penelitian menemukan bahwa seorang ibu yang mendapat respon dan komentar positif, terhadap foto anak yang mereka bagikan di media sosial, dapat memberikan penghargaan bahwa mereka adalah seorang ibu yang baik.

Meskipun sharenting sering dikaitkan dengan banyaknya foto bayi dan balita yang terposting oleh orang tuanya. 

Hal ini tidak memungkiri fakta, bahwa anak yang telah beranjak remaja juga tak luput dari sharenting.

Penelitian lainnya menunjukkan, bahwa 74 persen orang tua, setidaknya memberikan informasi secara berlebihan kepada satu orang diluar keluarganya, tentang pencapaian dan kehidupan sang anak.

Menurut psikolog klinis anak, Laura Anderson Kirby, Ph.D, yang merupakan penulis buku anak-anak ‘Henrietta’s Thistleberry Boots’.

Mengutarakan bahwa, mengungkapkan informasi yang tidak pantas atau terbuka kepada orang lain, dapat menjadi masalah dalam hubungan orang tua dan anak seiring dengan bertambahnya usia anak.

Kirby juga menjelaskan, bahwa sumber perselisihan antara orang tua dan anak bisa diakibatkan oleh sharenting yang berlebihan, terutama pada remaja.

Jika orang tua membagikan informasi kehidupan anak remajanya, yang bahkan tidak ingin diungkap oleh anak itu sendiri. 

Akan berdampak pada kewaspadaan sang anak, dengan menyembunyikan informasi tentang kehidupan mereka dari orang tuanya.

Maka dari itu, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan sebelum para orang tua melakukan sharenting di media sosial, agar tidak menimbulkan perselisihan di dalam keluarga.

1.  Berpikirlah sebelum memposting

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore