
Ilustrasi dream catcher./sumber: freepik
JawaPos.com – Benda unik yang diberi nama Dream catcher pasti sudah tidak asing bagi sebagian besar masyarakat di dunia.
Ya, Dream catcher adalah sebutan pada benda atau aksesoris yang diletakkan di kawasan kamar tidur, seperti di depan pintu, dinding, maupun jendela.
Disebut sebagai benda penangkal mimpi buruk, dream catcher membuat banyak orang dari seluruh dunia percaya, akan kemampuan ajaib dari barang berbulu ini.
Tidak hanya sebagai penangkal mimpi buruk, dream catcher juga memiliki desain yang unik dan beragam.
Sehingga tak jarang orang membeli benda bulat ini sebagai hiasan atau pajangan.
Apakah kamu tahu dari mana benda ini diciptakan pertama kali?
Merangkum dari laman Cultural Elements, pada Kamis (23/11), Dream catcher pertama kali dibuat oleh dua suku asli Amerika Utara, yaitu Suku Ojibwe dan Lakota.
Ada legenda yang dipercayai oleh Suku Ojibwe dan Lakota, bahwa Dream catcher ampuh untuk menangkal mimpi buruk.
Meskipun berbeda, namun keduanya sama-sama berfokus bahwa dream catcher adalah benda yang bisa menangkal mimpi buruk.
Namun benarkah Dream catcher efektif menangkal mimpi buruk? Kira-kira apa sih mitos dan faktanya? Yuk simak informasi berikut!
Legenda Suku Ojibwe tentang Asibikaashi
Seorang wanita bernama Asibikaashi dipercayai sebagai pelindung Suku Ojibwe. Seiring perkembangan, suku Ojibwe mulai menyebar ke seluruh dunia, dan semakin sulit bagi Asibikaashi untuk menyalurkan energinya ke seluruh rakyatnya.
Maka, wanita ini meminta bantuan kepada nenek, ibu, dan saudara perempuannya untuk menenun lingkaran ajaib yang dimaksudkan untuk menangkap dan menahan energi mimpi buruk.
Dream catcher menjadi kepercayaan suku ini, karena energi mimpi buruk akan ditangkap dan ditahan oleh jaring penangkap mimpi, sedangkan mimpi baik akan lolos melalui lubang tengah dan sampai ke pemiliknya.
Legenda Suku Lakota tentang Iktomi

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
