
Toko Beatrice Clothing di Gandaria City.
JawaPos.com - Ada banyak momen bagi seseorang untuk mengambil keputusan agar bisa melompat lebih tinggi. Audrey Stephanie dan Rudy Gondokusumo contohnya. Pasangan suami istri (pasutri) itu berani keluar dari zona nyaman dan memilih untuk berwirausaha hingga kini berhasil membangun merek sendiri di bidang fesyen yang digelutinya. Yaitu, Beatrice Clothing.
Rudy Gondokusumo mengaku memulai bisnis fesyen berawal dari model baju yang disukai istinya, Audrey Stephanie. Baju yang dijual berkonsep long lasting. Setidaknya desain yang lahir di Beatrice Clothing tidak akan ketinggalan zaman selama lima tahun ke depan.
"Dahulu, setelah kesukaan Audrey, kami kemudian harus mencari model baju yang mengikuti trend dan autodidak tanpa latar belakang desain. Kami terus belajar terkait hal ini dengan concern mendesain baju untuk keep updated dengan model yang ada," kata Rudy membuka perbincangan dengan wartawan yang dikutip Rabu (1/11).
Pria yang kini menjadi yang merangkap sebagai Brand Development Beatrice Clothing berkisah, dia dan Audrey mengawali berjualan dengan bazar-bazar kantoran. Lalu beranjak ke pusat perbelanjaan. "Akhirnya kami bisa buka di mall di daerah Jakarta, Tangerang, dan Surabaya," sambung Rudy.
Cara berjualannya mulai dari sisi daring. Baik dari zaman media alat komunikasi smartphone jenis Blackberry. Mengikuti perkembangan teknologi, lantas berjualan via WhatsApp, website, ecommerce, dan marketplace.
Audrey menambahkan, pada 2012 dirinya masih bekerja di salah satu perusahaan. Kala itu dia dan temannya iseng mengambil cuti. Lantas waktu cuti digunakan untuk buka bazar di perkantoran. Barang yang dijual perlengkapan sekolah anak dan aksesoris. "Akhirnya merasa, kok seru ya, bisa jual barang yang orang suka," kenang Audrey.
Menemukan keseruan, menyalurkan hobi belanja sekaligus mendapatkan profit membuat Audrey yakin dan memutuskan untuk keluar dari pekerjaan formalnya yang telah digeluti selama tiga tahun.
Setelah itu, dia mendirikan Beatrice Clothing dan kini semakin tumbuh. Rudy pun mengikuti jejak langkah istrinya dan keluar dari pekerjaan yang sudah dijalani selama lima tahun.
Kini, perusahaan yang telah mereka rintis telah memberdayakan 100 karyawan. Mulai di bagian produksi hingga 10 toko offline. Semua toko offline itu tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Surabaya. "Kami sudah berencana untuk buka di luar kota lagi. Tapi mungkin dalam 1-2 tahun ke depan," kata Rudy.
Kini Beatrice Clothing sudah memiliki 3.000 model. Semua itu telah dirilis dengan komitmen sepekan sekali akan muncul koleksi baru sekitar 6-12 stock keeping unit (SKU).
Rudy pun bercerita bahwa Beatrice Clothing sempat mendapat goncangan pada Pandemi Covid-19. Namun badai itu berhasil dilewati. Akan tetapi, pascapandemi terjadi pergeseran karakter konsumen. Kini konsumen lebih nyaman berbelanja secara daring. Tidak sedikit pelanggan Beatrice Clothing yang dulu belanja datang ke toko kini memilih belanja lewat daring.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
