Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 November 2023 | 18.34 WIB

Bermula dari Bazar Perkantoran, Kini Beatrice Clothing Berhasil Bertahan 10 Tahun

Toko Beatrice Clothing di Gandaria City. - Image

Toko Beatrice Clothing di Gandaria City.

JawaPos.com - Ada banyak momen bagi seseorang untuk mengambil keputusan agar bisa melompat lebih tinggi. Audrey Stephanie dan Rudy Gondokusumo contohnya. Pasangan suami istri (pasutri) itu berani keluar dari zona nyaman dan memilih untuk berwirausaha hingga kini berhasil membangun merek sendiri di bidang fesyen yang digelutinya. Yaitu, Beatrice Clothing.

Rudy Gondokusumo mengaku memulai bisnis fesyen berawal dari model baju yang disukai istinya, Audrey Stephanie. Baju yang dijual berkonsep long lasting. Setidaknya desain yang lahir di Beatrice Clothing tidak akan ketinggalan zaman selama lima tahun ke depan.

"Dahulu, setelah kesukaan Audrey, kami kemudian harus mencari model baju yang mengikuti trend dan autodidak tanpa latar belakang desain. Kami terus belajar terkait hal ini dengan concern mendesain baju untuk keep updated dengan model yang ada," kata Rudy membuka perbincangan dengan wartawan yang dikutip Rabu (1/11).

Pria yang kini menjadi yang merangkap sebagai Brand Development Beatrice Clothing berkisah, dia dan Audrey mengawali berjualan dengan bazar-bazar kantoran. Lalu beranjak ke pusat perbelanjaan. "Akhirnya kami bisa buka di mall di daerah Jakarta, Tangerang, dan Surabaya," sambung Rudy.

Cara berjualannya mulai dari sisi daring. Baik dari zaman media alat komunikasi smartphone jenis Blackberry. Mengikuti perkembangan teknologi, lantas berjualan via WhatsApp, website, ecommerce, dan marketplace.

Audrey menambahkan, pada 2012 dirinya masih bekerja di salah satu perusahaan. Kala itu dia dan temannya iseng mengambil cuti. Lantas waktu cuti digunakan untuk buka bazar di perkantoran. Barang yang dijual perlengkapan sekolah anak dan aksesoris. "Akhirnya merasa, kok seru ya, bisa jual barang yang orang suka," kenang Audrey.

Menemukan keseruan, menyalurkan hobi belanja sekaligus mendapatkan profit membuat Audrey yakin dan memutuskan untuk keluar dari pekerjaan formalnya yang telah digeluti selama tiga tahun.

Setelah itu, dia mendirikan Beatrice Clothing dan kini semakin tumbuh. Rudy pun mengikuti jejak langkah istrinya dan keluar dari pekerjaan yang sudah dijalani selama lima tahun.

Kini, perusahaan yang telah mereka rintis telah memberdayakan 100 karyawan. Mulai di bagian produksi hingga 10 toko offline. Semua toko offline itu tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Surabaya. "Kami sudah berencana untuk buka di luar kota lagi. Tapi mungkin dalam 1-2 tahun ke depan," kata Rudy.

Kini Beatrice Clothing sudah memiliki 3.000 model. Semua itu telah dirilis dengan komitmen sepekan sekali akan muncul koleksi baru sekitar 6-12 stock keeping unit (SKU).

Rudy pun bercerita bahwa Beatrice Clothing sempat mendapat goncangan pada Pandemi Covid-19. Namun badai itu berhasil dilewati. Akan tetapi, pascapandemi terjadi pergeseran karakter konsumen. Kini konsumen lebih nyaman berbelanja secara daring. Tidak sedikit pelanggan Beatrice Clothing yang dulu belanja datang ke toko kini memilih belanja lewat daring.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore