Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Oktober 2019 | 19.36 WIB

YPKP: Vape Bantu Kurangi Kecanduan Nikotin

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Berbagai cara sudah dilakukam oleh perokok untuk menghilangkan adiksi atau kecanduan terhadap rokok atau nikotin. Produk tembakau alternatif seperti vape atau e-cigarette, sesuai penelitian, bisa menjadi cara efektif untuk terapi bagi pecandu rokok.

Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Amaliya menyatakan pemerintah harus melakukan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif. Kajian ilmiah perlu dilakukan untuk meluruskan opini negatif yang sudah terbentuk karena minimnya fakta terhadap produk ini.

“Pemerintah dapat belajar dari negara-negara yang sudah lebih dulu menerapkan produk tembakau alternatif untuk menurunkan angka perokok, seperti di Korea Selatan. Sebelum produk ini dilegalkan, pemerintah melakukan kajian ilmiah untuk membuktikan bahwa produk ini minim risiko kesehatan dibandingkan rokok,” kata Amaliya.

Dengan adanya bukti yang kuat dari hasil penelitian tersebut, pemerintah Korea Selatan lalu melegalkan peredaran produk tembakau alternatif. Hasilnya pun positif, angka perokok di sana mengalami penurunan. Menurut hasil survei dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, angka perokok pria menjadi 39,3 persen pada 2017 lalu. Turun 1,3 poin dari tahun sebelumnya.

“Kami mengharapkan pemerintah tidak tertutup dengan fakta ini. Justru, pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya harus memanfaatkan produk tembakau alternatif untuk mengatasi permasalahan angka perokok di Indonesia yang terus meningkat," katanya.

Kementerian Kesehatan pada 2017 lalu menyatakan bahwa lebih dari 36 persen populasi dewasa di Indonesia merupakan perokok. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan tiga besar dengan jumlah perokok terbanyak di dunia.

Hal ini juga diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan Institut Federal Jerman untuk Penilaian Risiko (German Federal Institute for Risk Assessment) pada 2018 lalu. Hasil riset itu menyatakan produk tembakau alternatif, tepatnya produk tembakau yang dipanaskan memiliki tingkat toksisitas (tingkat merusak suatu sel) yang lebih rendah hingga 80-99 persen daripada rokok.

 

Khusus Untuk Tujuan Terapi

 

Amaliya menegaskan vape atau rokok elektrik bisa menjadi alat terapi untuk membantu para pecandu rokok. Dalam penelitian A Randomized Trial of E-Cigarettes Versus Nicotine-Replacement Therapy dalam The New England Journal of Medicine oleh Peter Hajek, disebutkan bahwa vape lebih efektif dipakai oleh pecandu untuk berhenti merokok dibanding yang lain. Untuk tujuan terapi, kandungan yang diisi dalam vape sudah dihilangkan kandungan tar di dalamnya yang memicu kanker.

"Sebanyak 18 persen perokok dengan menggunakan vape lebih mudah berhenti merokok selama 1 tahun dibanding hanya mengunyah permen karet atau menempelkan pengendali nikotin. Sebab merokok itu adalah suatu perilaku. Mengubah perilaku lebih sulit," katanya.

Dengan diiringi tekad yang kuat, para pengguna vape yang ingin berhenti merokok nantinya juga akan berhenti menggunakan vape. Namun tak menutup kemungkinan seseorang yang sudah berhasil berhenti merokok justru akan kembali merokok.

"Bicara soal vape adalah bicara soal terapi dan mengurangi bahaya dan kecanduan. Namun jika sudah berhasil tidak merokok lalu kembali merokok, itu bisa karena faktor pergaulan atau lingkungan dan stres. Sehingga seseorang bisa kembali merokok," tutupnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore