
Photo
JawaPos.com - Berbagai cara sudah dilakukam oleh perokok untuk menghilangkan adiksi atau kecanduan terhadap rokok atau nikotin. Produk tembakau alternatif seperti vape atau e-cigarette, sesuai penelitian, bisa menjadi cara efektif untuk terapi bagi pecandu rokok.
Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Amaliya menyatakan pemerintah harus melakukan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif. Kajian ilmiah perlu dilakukan untuk meluruskan opini negatif yang sudah terbentuk karena minimnya fakta terhadap produk ini.
“Pemerintah dapat belajar dari negara-negara yang sudah lebih dulu menerapkan produk tembakau alternatif untuk menurunkan angka perokok, seperti di Korea Selatan. Sebelum produk ini dilegalkan, pemerintah melakukan kajian ilmiah untuk membuktikan bahwa produk ini minim risiko kesehatan dibandingkan rokok,” kata Amaliya.
Dengan adanya bukti yang kuat dari hasil penelitian tersebut, pemerintah Korea Selatan lalu melegalkan peredaran produk tembakau alternatif. Hasilnya pun positif, angka perokok di sana mengalami penurunan. Menurut hasil survei dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, angka perokok pria menjadi 39,3 persen pada 2017 lalu. Turun 1,3 poin dari tahun sebelumnya.
“Kami mengharapkan pemerintah tidak tertutup dengan fakta ini. Justru, pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya harus memanfaatkan produk tembakau alternatif untuk mengatasi permasalahan angka perokok di Indonesia yang terus meningkat," katanya.
Kementerian Kesehatan pada 2017 lalu menyatakan bahwa lebih dari 36 persen populasi dewasa di Indonesia merupakan perokok. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan tiga besar dengan jumlah perokok terbanyak di dunia.
Hal ini juga diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan Institut Federal Jerman untuk Penilaian Risiko (German Federal Institute for Risk Assessment) pada 2018 lalu. Hasil riset itu menyatakan produk tembakau alternatif, tepatnya produk tembakau yang dipanaskan memiliki tingkat toksisitas (tingkat merusak suatu sel) yang lebih rendah hingga 80-99 persen daripada rokok.
Khusus Untuk Tujuan Terapi
Amaliya menegaskan vape atau rokok elektrik bisa menjadi alat terapi untuk membantu para pecandu rokok. Dalam penelitian A Randomized Trial of E-Cigarettes Versus Nicotine-Replacement Therapy dalam The New England Journal of Medicine oleh Peter Hajek, disebutkan bahwa vape lebih efektif dipakai oleh pecandu untuk berhenti merokok dibanding yang lain. Untuk tujuan terapi, kandungan yang diisi dalam vape sudah dihilangkan kandungan tar di dalamnya yang memicu kanker.
"Sebanyak 18 persen perokok dengan menggunakan vape lebih mudah berhenti merokok selama 1 tahun dibanding hanya mengunyah permen karet atau menempelkan pengendali nikotin. Sebab merokok itu adalah suatu perilaku. Mengubah perilaku lebih sulit," katanya.
Dengan diiringi tekad yang kuat, para pengguna vape yang ingin berhenti merokok nantinya juga akan berhenti menggunakan vape. Namun tak menutup kemungkinan seseorang yang sudah berhasil berhenti merokok justru akan kembali merokok.
"Bicara soal vape adalah bicara soal terapi dan mengurangi bahaya dan kecanduan. Namun jika sudah berhasil tidak merokok lalu kembali merokok, itu bisa karena faktor pergaulan atau lingkungan dan stres. Sehingga seseorang bisa kembali merokok," tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
