
Suasana acara Linens for Life dan peragaan busana di Sofitel, Nusa Dua, Bali
JawaPos.com - Kesadaran untuk menjaga lingkungan tak hanya sekedar memakai produk ramah lingkungan tetapi juga mengetahui bagaimana mengolah limbah. Tak banyak yang tahu bahwa limbah berasal dari bahan-bahan kain yang dapat diolah kembali.
Sekolah Mode Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo dengan antusias menerima ajakan dari AccorHotels, grup multinasional jaringan hotel, resor, dan properti vakansi, untuk mengolah limbah yang diberi tajuk Linens For Life. Menurut pimpinan sekolah, Susan Budihardjo untuk mendaur ulang limbah perlengkapan hotel yang terbuat dari kain semacam seprai, handuk, seragam, tirai, tersebut menjadi berbagai jenis busana serta elemen mode diperlukan arahan.
LPTB Susan Budihardjo menawarkan, dalam 12 bulan ke depan sekolah mode yang sudah hampir 40 tahun berdiri itu akan menurunkan tenaga pengajarnya untuk berbagi ilmu terapan praktis kepada kelompok ibu-ibu berpendapatan rendah. Mereka sudah ada dalam binaan AccorHotels agar dapat menciptakan benda bermanfaat dan dapat dijual. Ada langkah yang harus mereka lakukan terlebih dahulu.
Langkah pertama menciptakan karya dari pola jahit yang telah disediakan oleh LPTB Susan Budihardjo misalnya tas, apron, hingga kimono. Selanjutnya secara bertahap pengajaran ditingkatkan hingga akhirnya penerima pelatihan dapat menciptakan karyanya sendiri.
“Bagi kami sendiri, menjadikan limbah sebagai bahan dasar mencipta baju adalah tantangan, karena hasil karya busana kami harus membuat orang merasa gaya," ujar Susan Budihardjo, pimpinan LPTB Susan Budihardjo. Selain kreativitas, unsur higienis juga diperhitungkan.
Penggodokan ulang dan pencelupan warna diterapkan untuk membuang rasa tidak nyaman saat mengenakan barang bekas. Unsur gaya didominasikan dengan karakter desain yang kuat dan membuat orang tidak lagi melihat dari mana bahan bermula.
Siapa sangka jika dari selembar bahan bekas dapat tercipta beragam busana, mulai busana santai, pakaian olahraga, gaun malam, bahkan baju winter coat sekali pun. Guru-guru dan desainer lulusan LPTB Susan Budihardjo menyambut turut berpartisipasi dalam menciptakan busana dari olahan limbah ini.
Tujuh puluh set busana ciptaan mereka akan langsung dilelang secara tertutup. Hasil penjualan didonasikan untuk membantu pembiayaan program Linens for Life. Berikut ini beberapa busana beserta desainer yang telah dipersembahkan pada Linens For Life!
1. Yulia Tori: After Sport
Para model menampilkan lima busana resor yang sporty ciptaan Yulia Tori. Kesan bekas dari seprai dan handuk dihilangkan hingga berganti warna emerald dengan teknik pencelupan.
Napas resor terasa dalam siluet gaun yang longgar berbahan seprai dan handuk, sedangkan untuk mendapatkan kesan sporty yang menjadi signature style Yulia mengambil bahan spandex sebagai bahan khas olahraga dalam berwarna senada.
2. Vidya: Inspiring Sunset
Padu padan lima set busana terinspirasi dari debur ombak dan hangatnya mentari sore hari di pantai Bali. Tiap set terdiri dari dua hingga tiga potong baju.
Padanan celana 7/8 dengan blus, rok flowy asimetris lebar berpadanan luaran yang meleluasakan gerak, jaket bomber yang dipadukan dengan baju, dan rok berpotongan seksi yang menggunakan teknik drapping. Warna oranye, biru langit, kuning dan ocean blue lahir dari teknik celup (tie-dye) yang menjadi motif berpola shibori (ikat celup), suminagashi (lukis celup) dan ombre (celup bergradasi) untuk menghilangkan karakter seprai yang lusuh.
3. Ni Putri Indah: Adam dan Hawa

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
