Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Maret 2019 | 22.10 WIB

Batik Modern Karya Kaum Disabilitas Lewat 'Behind The Seams'

Koleksi Batik Kultur Dea Valencia dengan tema - Image

Koleksi Batik Kultur Dea Valencia dengan tema

JawaPos.com - Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam hidup. Prinsip itu yang dipegang desainer muda berbakat Dea Valencia lewat koleksi Batik Kultur 'Behind The Seams'. Ia melibatkan orang-orang disabilitas dalam setiap proses produksi baju batik.


"Sebenarnya show hari ini saya ingin mengapresiasi orang-orang di balik Batik Kultur. Tanpa mereka nggak akan ada kita (Batik Kultur). Dan saya percaya mereka pun punya kemampuan istimewa," ujar Dea sesaat sebelum show Batik kultur 'Behind The Seams' di Kaca Coffer & Eatery, Jakarta, Sabtu (23/3).


Ketika disinggung soal disabilitas, Dea mengungkapkan keterlibatan mereka memang tak disengaja pada 2013. Dari situ terus bertambah hingga setengah dari jumlah karyawannya saat ini merupakan kaum disabilitas dengan kemampuan yang luar biasa.

"Pekerjaan mereka pun bervariasi, mulai dari menjahit, jaga toko hingga fotografer untuk memfoto produk," sambung Dea.


Koleksi 'Behind The Seams' sendiri hadir dengan 30 koleksi ready to wear untuk pria dan perempuan. Kalau di awal kehadirannya Batik Kultur memiliki ciri dengan batik lawasannya, kali ini Dea menyuguhkan batik yang lebih modern. Alasannya karena batik lawasan mulai terbatas jumlahnya dan tentunya untuk menggaet pasar milenial.


Batik modern ala Batik Kultur terlihat dari potongannya dalam bentuk midi dress, long coat, dan pairing set. Siluetnya diperkaya dengan layering yang membuat busana leboh atraktif.


Pilihan kombinasi pun terlihat dengan menggunakan katun bordir, lurik, dan brokat. Motif batik pun diciptakan Dea lebih kekinian seperti memasukan bunga dan hewan dengan pewarnaan yang cerah. Perpaduan ini menunjukkan kalau motif batik dan tenun Jawa Tengah bisa menjadi kesatuan yang indah.


"Kaya kain hitam ini kita padukan dengan warna-warna cerah. Dan tentunya ada motif batik yang selalu kita pakai kaya kawung dan parang," tegas Dea.


Namun, meski menghadirkan batik modern, Dea tetap memproses kainnya dari nol. Dalam arti dari kain putih hingga menjadi batik tulis yang siap pakai.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore