
Koleksi Batik Kultur Dea Valencia dengan tema
JawaPos.com - Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam hidup. Prinsip itu yang dipegang desainer muda berbakat Dea Valencia lewat koleksi Batik Kultur 'Behind The Seams'. Ia melibatkan orang-orang disabilitas dalam setiap proses produksi baju batik.
"Sebenarnya show hari ini saya ingin mengapresiasi orang-orang di balik Batik Kultur. Tanpa mereka nggak akan ada kita (Batik Kultur). Dan saya percaya mereka pun punya kemampuan istimewa," ujar Dea sesaat sebelum show Batik kultur 'Behind The Seams' di Kaca Coffer & Eatery, Jakarta, Sabtu (23/3).
Ketika disinggung soal disabilitas, Dea mengungkapkan keterlibatan mereka memang tak disengaja pada 2013. Dari situ terus bertambah hingga setengah dari jumlah karyawannya saat ini merupakan kaum disabilitas dengan kemampuan yang luar biasa.
"Pekerjaan mereka pun bervariasi, mulai dari menjahit, jaga toko hingga fotografer untuk memfoto produk," sambung Dea.
Koleksi 'Behind The Seams' sendiri hadir dengan 30 koleksi ready to wear untuk pria dan perempuan. Kalau di awal kehadirannya Batik Kultur memiliki ciri dengan batik lawasannya, kali ini Dea menyuguhkan batik yang lebih modern. Alasannya karena batik lawasan mulai terbatas jumlahnya dan tentunya untuk menggaet pasar milenial.
Batik modern ala Batik Kultur terlihat dari potongannya dalam bentuk midi dress, long coat, dan pairing set. Siluetnya diperkaya dengan layering yang membuat busana leboh atraktif.
Pilihan kombinasi pun terlihat dengan menggunakan katun bordir, lurik, dan brokat. Motif batik pun diciptakan Dea lebih kekinian seperti memasukan bunga dan hewan dengan pewarnaan yang cerah. Perpaduan ini menunjukkan kalau motif batik dan tenun Jawa Tengah bisa menjadi kesatuan yang indah.
"Kaya kain hitam ini kita padukan dengan warna-warna cerah. Dan tentunya ada motif batik yang selalu kita pakai kaya kawung dan parang," tegas Dea.
Namun, meski menghadirkan batik modern, Dea tetap memproses kainnya dari nol. Dalam arti dari kain putih hingga menjadi batik tulis yang siap pakai.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
