
Ilustrasi pengrajin kain tenun di Indonesia. (Dok. Kainnesia)
JawaPos.com - Kain tenun merupakan salah satu kerajinan tekstil yang menjadi ciri khas Indonesia. Baik sebagai busana adat maupun pakaian sehari-hari, kerajinan kain tenun tersebar luar di seluruh pelosok nusantara dengan ciri khasnya masing-masing, seperti Toaja, Sintang, Bali, Lombok, Jepara, Flores, dan lainnya.
Melihat potensi kain tenun yang tidak lekang oleh waktu, seorang pengusaha bernama Nur Salam memperkenalkan Kainnesia, sebuah perusahaan sosial yang bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan warisan kaya kain tenun Indonesia. Dengan semangat mendalam terhadap dunia bisnis sejak SMA, Nur Salam telah menjadikan Kainnesia sebagai usaha penuh waktu, didorong oleh misi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sambil memamerkan keindahan tekstil Indonesia.
Kainnesia merupakan hasil dari pengalaman dan keahlian Nur Salam selama bertahun-tahun dalam pengembangan bisnis, strategi pemasaran digital, pembuatan konten, dan aspek penting lainnya dalam dunia kewirausahaan.
"Kami telah membangun jaringan kemitraan bisnis sosial yang luas. Saat ini, perusahaan bekerja sama dengan sekitar 30 pengrajin tenun dari berbagai daerah di Indonesia, memanfaatkan teknik dan pengetahuan tradisional mereka untuk menciptakan produk kain tenun yang indah. Selain itu, Kainnesia bekerja erat dengan sepuluh penjahit berbakat untuk mengubah kain-kain ini menjadi pakaian yang cantik," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima.
"Niat awal kami adalah untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif kepada masyarakat. Kainnesia adalah wujud dari visi tersebut, di mana kami menggabungkan kecintaan pada budaya Indonesia dengan upaya mendukung pengrajin lokal dan memperkenalkan keindahan kain tenun kepada dunia," sambung Nur Salam.
Didorong oleh komitmen untuk membuat perbedaan yang positif, Nur Salam aktif berpartisipasi dalam organisasi bisnis yang mendukung percepatan bisnis dan menciptakan lingkungan yang mendukung. Keterlibatan ini memungkinkan Kainnesia untuk terus tumbuh, memperluas jangkauannya, dan meningkatkan pengaruh produk budaya Indonesia di pasar global.
"Kami berusaha untuk menciptakan kesadaran global tentang kekayaan kain tenun Indonesia dan mengubahnya menjadi sumber kebanggaan bagi masyarakat kita. Kami percaya bahwa kain tenun tidak hanya adalah produk fashion, tetapi juga merupakan cerminan dari identitas dan sejarah Indonesia," kata Nur Salam.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa visi utama perusahaannya adalah memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sambil memperkenalkan dunia pada kerajinan yang luar biasa dan kekayaan budaya tekstil Indonesia.
"Dengan menggabungkan teknik tenun tradisional dengan desain kontemporer, kami ingin menempatkan kain Indonesia di garis depan industri mode dan gaya hidup global," pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
