Ilustrai photo dari Pinterest @US ssssji
JawaPos.com - Mojokerto bukan hanya tentang sejarah megah Kerajaan Majapahit yang masih terasa hingga kini.
Kota ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang mampu memikat siapa saja sejak suapan pertama.
Beragam hidangan tradisional, resep turun-temurun, hingga jajanan khas yang melegenda menjadikan Mojokerto sebagai destinasi yang wajib dikunjungi para pencinta kuliner.
Di setiap sudut kota, aroma masakan khas berpadu dengan keramahan masyarakat lokal, menciptakan pengalaman yang jauh lebih berkesan daripada sekadar berburu makanan.
Inilah yang dirasakan oleh Londo Kampung Kuliner saat menjelajahi berbagai kuliner legendaris Mojokerto dalam sebuah perjalanan penuh cerita dan cita rasa.
Petualangan dimulai di Sambel Wader & Botok Cak Mat, tempat yang dikenal sebagai surga bagi pecinta masakan tradisional Jawa Timur.
Ikan wader goreng yang renyah berpadu sempurna dengan sambal pedas yang menggugah selera.
Sementara itu, botok yang kaya rempah menghadirkan cita rasa rumahan yang hangat dan autentik.
Tak hanya menikmati hidangan, sang vlogger juga diajak melihat aktivitas di dapur, menyaksikan langsung bagaimana kelezatan tersebut diracik dengan penuh dedikasi.
Perjalanan kemudian menghadirkan pengalaman yang tak kalah membekas. Saat mencari lokasi kuliner berikutnya di sekitar alun-alun Mojokerto, ia bertemu dengan sepasang suami istri yang dengan ramah menawarkan bantuan.
Bahkan, mereka bersedia mengantarkannya ke tempat tujuan. Momen sederhana itu menjadi bukti bahwa kehangatan masyarakat Mojokerto sama istimewanya dengan kuliner yang mereka miliki.
Langkah berikutnya mengarah ke Warung Sate Pak Djamil, salah satu kuliner legendaris yang telah lama menjadi favorit warga maupun wisatawan.
Potongan daging yang empuk, bumbu yang meresap hingga ke serat terdalam, serta aroma bakaran yang menggoda membuat setiap tusuk sate terasa begitu istimewa. Tak heran jika tempat ini selalu menjadi destinasi wajib bagi para pemburu kuliner saat berkunjung ke Mojokerto.
Setelah puas menikmati hidangan utama, saatnya menyegarkan diri dengan Es Tape Ketan Ireng Lupis Degaran.
Perpaduan tape ketan hitam yang manis, tekstur lembut yang khas, dan sensasi dingin yang menyegarkan menciptakan kombinasi sempurna untuk menutup santapan. Kuliner tradisional ini membuktikan bahwa kesederhanaan sering kali menghadirkan kenikmatan yang luar biasa.
Petualangan rasa belum lengkap tanpa mencicipi ikon kuliner Mojokerto yang paling terkenal, yaitu onde-onde.
Di Onde-Onde Empunala, berbagai varian rasa siap memanjakan lidah, mulai dari kacang hijau klasik, cokelat yang manis, hingga durian yang kaya aroma.
Kulitnya yang renyah dengan balutan wijen berpadu harmonis dengan isian yang melimpah, menjadikannya oleh-oleh favorit yang selalu diburu wisatawan.
Selain kuliner yang dikunjungi dalam perjalanan tersebut, Mojokerto juga memiliki banyak hidangan khas lainnya yang layak masuk daftar incaran.
Mulai dari rawon dengan kuah hitam yang kaya rempah, pecel dengan siraman sambal kacang yang gurih, hingga aneka jajanan tradisional yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman.
Wisata kuliner di Mojokerto pada akhirnya bukan hanya soal menikmati makanan lezat.
Setiap hidangan menyimpan cerita, setiap warung memiliki sejarah, dan setiap pertemuan menghadirkan kehangatan yang sulit dilupakan.
Inilah pesona Mojokerto yang membuat siapa pun ingin kembali lagi—bukan hanya untuk mencicipi rasanya, tetapi juga untuk merasakan suasana dan keramahan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kota bersejarah ini.
***