
Potret nasi kulit ayam kol dengan rasa pedas gurih dan sensasi renyah. (Sumber: instagram.com/@kreasi.tanoto)
JawaPos.com - Kalau kamu pencinta olahan ayam, bagian kulit sering jadi favorit karena teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih.
Nah, kali ini ada kreasi simpel tapi super nagih: kulit ayam yang dipadukan dengan kol dan bumbu pedas.
Menu ini cocok banget jadi lauk pendamping nasi hangat. Perpaduan kulit ayam yang crispy dengan kol yang sedikit lembut menciptakan tekstur yang unik dan seimbang. Ditambah sensasi pedas dari cabai, rasanya makin mantap.
Dilansir dari akun Instagram @kreasi.tanoto, hidangan ini disebut sebagai menu yang “enak banget asli” dan cocok disantap dengan nasi hangat. Sederhana, tapi rasanya tidak kalah dengan masakan rumahan favorit.
Keunikan dari resep ini ada pada proses perebusan kulit ayam sebelum digoreng. Cara ini membantu mengurangi lemak berlebih sekaligus membuat tekstur akhir lebih renyah saat digoreng.
Selain itu, tambahan daun jeruk memberikan aroma segar yang khas, membuat hidangan ini semakin menggugah selera.
Berikut bahan dan cara membuatnya:
Bahan:
Kulit ayam
Air

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
