Chanko Nabe, hidangan hangat khas para pegulat sumo yang kaya sayuran, daging, dan protein laut, disajikan dalam panci besar sebagai simbol kebersamaan dan tradisi panjang dalam dunia sumo
JawaPos.com - Chanko Nabe kini semakin dikenal sebagai salah satu hidangan khas Jepang yang penuh cerita, meski awalnya hanya disantap para pegulat sumo di lingkungan pelatihan mereka. Hidangan berkuah ini bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi panjang yang mencerminkan disiplin dan kebersamaan dalam dunia sumo. Seperti disampaikan oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF), Chanko Nabe sudah dibuat sejak era Meiji sebagai makanan utama para pegulat untuk memenuhi kebutuhan energi selama latihan yang berat setiap hari.
Chanko Nabe biasanya berisi ayam, seafood, tahu, serta ragam sayuran segar yang dimasak bersama dalam satu panci besar. Menurut penjelasan dari eats.jp, setiap stable sumo memiliki racikan dan gaya memasak yang berbeda sehingga cita rasanya tidak pernah benar-benar sama antara satu tempat dan lainnya. Ada yang memilih kuah ringan berbahan dashi, sementara sebagian lainnya menggunakan miso atau kaldu ayam untuk memberikan rasa yang lebih kuat.
Situs Food in Japan menjelaskan bahwa Chanko Nabe pada awalnya disajikan secara komunal, dimana seluruh pegulat duduk bersama mengelilingi satu panci besar setelah sesi latihan. Kebiasaan makan bersama ini kemudian menyebar ke masyarakat umum ketika banyak mantan pegulat membuka restoran khusus Chanko Nabe di kawasan Ryogoku, Tokyo, yang dikenal sebagai pusat sumo di Jepang.
Dalam ulasan dari Japan RecipeTin Eats, Chanko Nabe digambarkan sebagai hidangan yang sangat fleksibel karena bahan-bahannya mudah disesuaikan selera. Kombinasi protein dan sayuran yang berlimpah membuatnya menjadi pilihan menu yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga bernutrisi seimbang sebab itu pula Chanko Nabe tetap digemari meski tidak semua penikmatnya adalah atlet sumo.
Dari sisi budaya, Web Japan mencatat bahwa ayam sering menjadi bahan utama karena dianggap memiliki makna simbolis. Dalam tradisi sumo, daging hewan berkaki dua dianggap membawa keberuntungan, berbanding terbalik dengan hewan berkaki empat yang dianggap kurang selaras dengan filosofi pegulat yang harus selalu berdiri tegak dan kuat.
Popularitas Chanko Nabe yang makin meluas juga terlihat dari laporan Japan Deluxe Tours, yang menyebut hidangan ini sebagai salah satu menu favorit wisatawan ketika berkunjung ke Tokyo. Banyak tur perjalanan memasukkan kunjungan ke restoran Chanko sebagai agenda wajib bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman makan ala pegulat sumo.
Dengan sejarah panjang, makna tradisi yang kuat, serta rasa yang mudah diterima siapa saja, Chanko Nabe terus mempertahankan posisinya sebagai kuliner khas Jepang yang mewariskan kehangatan. Dari dapur sederhana para pegulat sumo hingga restoran modern yang banyak dikunjungi wisatawan, hidangan ini tetap membawa semangat kebersamaan yang menjadi ciri khasnya sejak dulu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
