Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 November 2025, 15.04 WIB

Lenjongan: Kuliner Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu di Pasar Gede Solo

LENJONGAN, Menu Wajib yen Mlipir neng PASAR GEDHE SOLO (ig kulinerdisolo) - Image

LENJONGAN, Menu Wajib yen Mlipir neng PASAR GEDHE SOLO (ig kulinerdisolo)

JawaPos.com-Di tengah riuh suasana Pasar Gede yang legendaris, aroma manis kelapa dan gula merah berpadu lembut menggoda siapa pun yang melintas. Di antara deretan penjual jamu, sayuran, dan jajanan pasar, lenjongan tetap berdiri kokoh sebagai ikon kuliner tradisional yang tak lekang oleh waktu.

Lenjongan adalah hidangan sederhana namun sarat makna, berisi aneka rebusan singkong, ketela, cenil, dan getuk yang disiram parutan kelapa muda serta lelehan gula merah cair. Harganya pun ramah, hanya sekitar enam ribu rupiah per porsi. Namun nilai yang tersimpan di dalamnya jauh lebih tinggi dari sekadar angka, sebuah warisan rasa dan budaya yang terus dijaga warga Solo.

Di dalam Pasar Gede, ada lebih dari lima penjual lenjongan yang setia membuka lapaknya setiap hari. Mereka tersebar di beberapa sudut pasar, menghadirkan suasana yang khas dengan tampilan warna-warni jajanan tradisional di atas tampah bambu. Setiap pedagang memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari campuran bahan hingga kekentalan gula merahnya, namun semuanya berakar pada resep turun-temurun yang sama.

Pasar Gede sendiri bukan sekadar tempat berjualan, melainkan ruang hidup bagi kuliner Jawa untuk terus bernafas di tengah derasnya arus modernitas. Di sini, lenjongan bukan hanya makanan, melainkan simbol kesederhanaan dan kebersamaan. Masyarakat Solo sering menyebutnya sebagai menu wajib ketika “mlipir” atau singgah ke pasar ini, semacam ritual kecil untuk menikmati cita rasa masa lalu di tengah hiruk pikuk kehidupan kini.

Meski kini banyak jajanan modern dan kafe bertebaran di pusat kota, lenjongan tetap punya tempat istimewa di hati warga. Generasi muda pun perlahan kembali melirik jajanan ini, bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga karena nilai nostalgia yang dihadirkannya. Setiap sendokannya membawa kenangan akan masa kecil, ketika jajanan seperti ini menjadi pengisi sore di teras rumah atau teman ngobrol di acara keluarga.

Keberadaan lenjongan di Pasar Gede menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih mampu bertahan tanpa kehilangan jati dirinya. Sederhana, manis, dan jujur, seperti filosofi hidup orang Jawa itu sendiri. Selama ada yang setia menjaga dan menikmatinya, lenjongan akan selalu menjadi bagian dari denyut kehidupan Pasar Gede Solo. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore