
Sego Berkat Mbah Pawiro Ranti, Kuliner Legendaris Gunungkidul yang Menyimpan Cita Rasa dan Kehangatan Kampung Halaman (YouTube Kendria Cahaya Gantari)
JawaPos.com - Di balik aroma pawon tradisional dan asap kayu bakar yang membumbung di pagi hari, ada kisah kuliner yang hidup dan dijaga turun-temurun di tanah Gunungkidul.
Sebuah warung sederhana milik Mbah Pawiro Ranti di Jalan Pramuka No.41, Pandansari, Wonosari, Yogyakarta, menjadi saksi perjalanan rasa yang tak lekang oleh waktu, yakni Sego Berkat, sajian khas Jawa yang sarat makna dan kenangan.
Menurut tayangan kanal YouTube Kendria Cahaya Gantari, warung ini menjadi magnet bagi banyak orang yang rindu masakan rumahan dan suasana kampung halaman.
Dari pelanggan setia warga sekitar hingga pembeli dari luar kota, semua datang dengan tujuan yang sama: mencicipi kehangatan “berkat” buatan Mbah Pawiro Ranti.
Tradisi Rasa dari Pawon Lawas
Memasuki dapur Mbah Pawiro Ranti, aroma bumbu tradisional langsung menyeruak. Semua masih diolah secara manual, tanpa bantuan blender atau mesin.
“Blender itu rasanya kurang mantap,” ujar sang ibu sambil menumbuk bumbu oseng dengan cobek batu.
Setiap bahan diperlakukan dengan telaten. Nasi yang sudah matang dibiarkan dingin terlebih dahulu agar tidak mudah basi, lalu dibungkus menggunakan daun jati dan daun pisang—simbol kesederhanaan sekaligus penghormatan terhadap tradisi.
Berasnya pun dipilih khusus. Dimasak dengan dandang lawas di atas pawon kayu, menghasilkan nasi pulen dengan aroma khas yang tidak bisa digantikan.
“Semua masih alami, supaya rasanya seperti dulu,” tutur sang pemilik.
Lauk Lengkap, Harga Bersahabat
Satu porsi Sego Berkat disajikan lengkap dengan lauk-pauk rumahan. Ada ayam bacem, telur, empal sapi, babat, iso, paru, tempe oseng, bihun, hingga serundeng manis gurih.
Setiap pembeli bisa memilih lauk sesuai selera, dengan harga mulai dari Rp8.000 hingga Rp20.000, tergantung kombinasi lauk yang diambil.
Yang membuatnya istimewa, semua lauk dimasak dengan bumbu bacem khas Jawa yang manis-gurih dan meresap sempurna.
Tak heran, makanan ini bukan sekadar hidangan, tapi juga pengalaman rasa yang membawa nostalgia masa kecil di desa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022