
Salah satu makanan khas Wonosegoro Boyolali. (sumber foto ig @dolanboyolali)
JawaPos.com - Kalau berkunjung ke Wonosegoro, Boyolali, jangan lupa mencicipi kuliner tradisional yang satu ini, lempok. Sekilas, bentuknya mirip lontong atau ketupat. Namun, makanan khas ini punya keunikan tersendiri: bentuknya kotak agak pipih, dengan cita rasa gurih yang berpadu sempurna dengan aneka lauk dan sambal kacang.
Bagi masyarakat di kawasan Wonosegoro, lempok bukanlah suatu hal yang asing, mereka telah familiar dengan makanan ini, terutama saat sore hari. Salah satu warung yang terkenal adalah Warung Lempok Campur Mbak Rini, yang berada tepat di depan Balai Desa Wonosegoro, timur SDN 1 Wonosegoro Boyolali. Warung sederhana ini setiap hari dipenuhi pembeli yang rindu cita rasa lempok khas kampung halaman.
Lempok biasanya disajikan dengan dua cara. Ada yang memilih lempok sayur, yaitu lempok yang disiram kuah sayur gurih dengan tambahan tahu dan sayuran. Ada juga yang lebih suka lempok campur, yakni lempok yang disajikan dengan tahu, sayur, dan siraman sambal kacang kental nan pedas gurih, mirip dengan gendar pecel di daerah lain. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan lembutnya tekstur lempok membuat siapa pun mudah jatuh cinta pada gigitan pertama.
Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. Satu porsi lempok ukuran besar dibanderol Rp 7.000, sementara ukuran kecil Rp 5.000. Baik versi sayur maupun campur, semuanya sama nikmatnya. Tak heran jika banyak pembeli rela datang dari luar kecamatan hanya untuk menikmati seporsi lempok di sini.
Warung Mbak Rini buka setiap hari mulai pukul 13.30 WIB hingga habis, dan biasanya dalam dua jam saja sudah ramai antrean. Hanya pada hari Kamis warung ini libur, karena bahan dan proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional, menggunakan beras pilihan yang dikukus hingga matang sempurna.
Meski sederhana, lempok bukan sekadar makanan pengganjal lapar. Ia adalah simbol kehangatan dan kearifan lokal Wonosegoro, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tengah gempuran kuliner modern dan makanan instan, kehadiran lempok seakan mengingatkan bahwa cita rasa terbaik sering kali lahir dari kesederhanaan.
Jadi, kalau suatu hari kamu melintasi Wonosegoro, sempatkanlah mampir dan cicipi lempok campur khas Mbak Rini. Siapa tahu, dari sepotong lempok itu kamu menemukan rasa nostalgia yang tak bisa ditemukan di tempat lain.
sumber: @doyanboyolali

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
