
Tips Agar Nastar Mengkilap dan Tidak Mudah Retak./YouTube Figo Alfares
JawaPos.com - Nastar menjadi salah satu kue kering yang selalu hadir di setiap rumah saat perayaan Idulfitri. Kue mungil dengan isian selai nanas ini memiliki rasa manis, sedikit asam, dan tekstur yang lembut, membuat siapa pun sulit berhenti memakannya.
Namun, di balik popularitasnya, nastar memiliki sejarah panjang yang menarik. Berikut fakta-fakta unik tentang kue nastar yang tak banyak diketahui.
Kue ini awalnya merupakan bagian dari budaya kuliner Belanda dan dibawa ke Indonesia pada masa kolonial. Seiring waktu, nastar mengalami adaptasi dan menjadi salah satu hidangan wajib saat hari raya.
Ada dugaan bahwa penggunaan nanas dipengaruhi oleh bangsa Portugis, yang membawa buah ini ke berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia.
Orang Indonesia kemudian mengadaptasi bentuknya menjadi bulat kecil agar lebih praktis disantap dalam sekali gigitan. Kini, nastar hadir dalam berbagai bentuk lain seperti gulung, daun, hingga keranjang untuk variasi tampilan.
Pada era kolonial, kue kering seperti nastar lebih sering dinikmati oleh keluarga Belanda dan kaum priyayi atau bangsawan kaya. Namun, seiring waktu, masyarakat Indonesia pun mengadopsi kebiasaan ini, terutama saat momen Lebaran.
Seiring waktu, kebiasaan ini ditiru oleh masyarakat Indonesia, yang menjadikannya bingkisan khas Lebaran. Kini, nastar hampir selalu ada dalam toples di setiap rumah saat Idulfitri.
Karena makna filosofisnya, banyak masyarakat yang percaya bahwa menyajikan nastar saat perayaan besar, termasuk Lebaran, bisa membawa keberuntungan dan rezeki yang berlimpah.
Di Malaysia dan Singapura, nastar disebut pineapple tart dan lebih dikenal sebagai bagian dari kuliner Peranakan. Biasanya, nastar di sana berbentuk bunga dengan selai nanas di atasnya.
Sementara di Taiwan, kue ini disebut fènglísū dan memiliki bentuk yang berbeda, yaitu kotak dengan rasa lebih manis dan renyah. Varian di Taiwan juga kadang diisi dengan buah kundur sebagai alternatif selai nanas.
Nastar memang lebih dari sekadar kue Lebaran. Dengan sejarah panjang dan makna filosofisnya, kue ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner di Indonesia dan berbagai negara lainnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
