Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 November 2025 | 21.03 WIB

Peluang Kuliner Indonesia Sangat Besar, Perlu Promosi yang Konsisten

Acara Workshop Culinary antara IP Trisakti dengan Embassy of the Republic of Polandia, di Kampus IP Trisakti, Jakarta Selatan, Jumat (14/11)/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Acara Workshop Culinary antara IP Trisakti dengan Embassy of the Republic of Polandia, di Kampus IP Trisakti, Jakarta Selatan, Jumat (14/11)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com - Kepala Program Studi (Prodi) Pengelolaan Perhotelan Institut Pariwisata Trisakti, Robiatul Adawiyah menilai peluang kuliner Indonesia sangat besar di kancah dunia karena keragaman yang dimiliki setiap daerah. Namun perlu peningkatan promosi yang konsisten agar kuliner Indonesia tidak redup.

"Indonesia itu kita punya 38 provinsi. Setiap provinsi punya kuliner yang sangat khas. Nah, tantangannya adalah bagaimana mempromosikan ini ke tingkat dunia. sebenarnya sih butuhnya adalah konsistensi dalam promosi,” katanya di sela acara Workshop Culinary antara IP Trisakti dengan Embassy of the Republic of Polandia, di Kampus IP Trisakti, Jakarta Selatan, Jumat (14/11).

Ia menyebut program 30 ikon kuliner Indonesia yang pernah digagas pemerintah kini sudah kurang terdengar. Ia juga mengingatkan bahwa kurangnya fokus dalam pengembangan ikon kuliner dapat membuat negara lain mengambil peluang serupa. “Nah, (contohnya rendang). Akhirnya di Indonesia akuin ya," ungkapnya.

Menurut Robiatul, promosi tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi membutuhkan kolaborasi semua elemen, termasuk kampus yang memiliki jurusan/prodi sejenis.\

“Jadi dari level bawah para akademisi baik itu guru-guru atau dosen-dosen kuliner wajib memperkenalkan makanan Indonesia kepada mahasiswa-mahasiswinya. Jangan sampai masakan luar dia kenal tapi masakan Indonesia sendiri dia enggak kenal,” jelasnya.

Di IP Trisakti sendiri, lanjutnya, mahasiswa diwajibkan menguasai dasar masakan Indonesia sejak semester pertama–masuk dalam kurikulum pembelajaran. Mulai dari pengenalan bumbu hingga produk masakan.

"Kita wajibkan di semester satu itu mereka tahu basic knowledge of cooking dan juga basic Indonesian food,” katanya.

Pada workshop culinary bersama Embassy of the Republic of Polandia yang menghadirkan dua celebrity chef asal Polandia, Robiatul berharap menjadi langkah penting dalam membuka wawasan mahasiswanya terhadap praktik kuliner global sekaligus mempromosikan potensi kuliner Indonesia.

"Baru pertama kali dengan Polandia. Alhamdulillah representatif dari Embassy of Polandia hadir untuk memberikan gambaran dan juga wawasan kepada mahasiswa, terutama pengalaman ya," ujarnya.

Tak hanya itu, IP Trisakti berencana memperluas kerja sama internasional dengan lebih banyak negara "Kerja sama internasional dengan beberapa negara-negara, baik itu di Eropa, Asia, maupun ASEAN," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore