Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 17.51 WIB

Halo-Halo: Dessert Es Campur Filipina dengan Topping Warna-Warni yang Segar dan Menggoda

Halo-Halo, es campur dari Filipina dengan tampilan warna-warni yang menarik dan menyegarkan (Bon Apetit). - Image

Halo-Halo, es campur dari Filipina dengan tampilan warna-warni yang menarik dan menyegarkan (Bon Apetit).

JawaPos.com - Di tengah teriknya cuaca tropis Filipina, ada satu hidangan penutup yang tak hanya menyegarkan, tetapi juga sarat akan makna budaya, yaitu Halo-Halo. Secara harfiah, nama “halo-halo” berarti “campur-campur”, sesuai dengan cara penyajiannya yang menggabungkan berbagai bahan manis di atas es serut dan disiram dengan susu evaporasi.

Biasanya, bahan yang digunakan antara lain kacang putih, kacang merah, atau garbanzo, jeli berwarna-warni (gulaman), nata de coco, pisang manis, hingga pinipig, yaitu butiran beras ketan yang dipanggang hingga renyah.

Di bagian atasnya, biasanya terdapat ube halaya (selai ubi ungu), sepotong leche flan (puding karamel khas Spanyol), serta satu scoop es krim. Kombinasi ini menjadikan halo-halo bukan sekadar dessert, melainkan simbol keberagaman rasa yang lahir dari akulturasi budaya.

Evolusi ke Inovasi Modern

Halo-halo telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Filipina selama bertahun-tahun. Namun seiring waktu, berbagai restoran dan warung lokal mulai menciptakan variasi modern dari hidangan klasik ini. Dilansir SBS Australia, beberapa contoh inovasi tersebut adalah Razon’s dengan tambahan pisang manis, macapuno (kelapa kopyor), dan leche flan, atau Kabigting’s yang menyajikan halo-halo dengan susu kerbau pastillas, jagung manis, dan kacang.

Lebih jauh lagi, ada kreasi unik dari Ben’s di Laguna yang menambahkan cabai dan telur asin sebagai topping. Meski terdengar nyeleneh, eksperimen ini menunjukkan bagaimana halo-halo terus berkembang sesuai kreativitas masyarakat Filipina.

Jejak Budaya dalam Semangkuk Halo-Halo

Menariknya, halo-halo juga mencerminkan keragaman pengaruh asing yang masuk ke Filipina. Menurut Atlas Obscura, pengaruh Amerika terasa ketika pada tahun 1902 dibangun Pabrik Es Insular Manila, yang membuat es serut mudah diakses masyarakat. Dari Jepang, halo-halo mendapat inspirasi dari kakigori, es serut dengan kacang dan sirup manis yang dibawa imigran Jepang pada awal 1900-an. Sementara itu, kehadiran kolonial Spanyol menghadirkan leche flan yang kini menjadi salah satu elemen wajib dalam halo-halo modern.

Akar Sejarah: Dari Masa Kolonial hingga Modern

Dalam laman Kenny Rogers Roasters, ditulis sejarah panjang dari Halo-halo. Menurutnya, cikal bakal hidangan ini dapat ditelusuri jauh sebelum masa kolonial, ketika masyarakat Filipina mengolah beras tumbuk, kelapa, dan bahan-bahan lokal lain menjadi kudapan untuk menghadapi iklim tropis. Versi awalnya sederhana, tetapi fungsinya jelas yaitu memberikan kesegaran sekaligus energi.

Seiring masuknya bangsa Spanyol dan Amerika, Halo-halo mengalami transformasi besar. Orang Spanyol membawa buah-buahan dan jeli, sementara Amerika memperkenalkan es serut sebagai dasar penyajian.

Dari sinilah lahir bentuk halo-Halo modern yang dikenal saat ini, hidangan campur-campur yang memadukan cita rasa lokal dengan sentuhan internasional. Kini, halo-halo telah mendunia sebagai ikon kuliner Filipina yang memikat banyak wisatawan.

Resep Halo-Halo: Segarnya Bisa Dibuat di Rumah

Bagi Anda yang penasaran ingin mencoba membuat halo-halo sendiri, The Kitchn membagikan resep praktis yang bisa dipraktikkan di rumah.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore