
Ilustrasi harga Bitcoin (BTC) yang turun. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin (BTC) kembali tergelincir dan kini berada di ambang zona berbahaya. Berdasarkan data BeInCrypto, Selasa (4/11), harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 107.659 atau sekitar Rp 1,77 miliar (kurs Rp 16.500 per USD). Kapitalisasi pasar total tercatat USD 2,15 triliun (Rp 35.475 triliun) dengan volume perdagangan 24 jam mencapai USD 48,3 miliar (Rp 796,9 triliun).
Meskipun sempat mencoba bangkit dari titik terendah USD 103.530 (Rp 1,7 miliar), BTC gagal menembus level resistensi USD 114.000 (Rp 1,88 miliar). Situasi ini membuat analis menilai pasar tengah memasuki fase bearish lanjutan, bukan sekadar koreksi biasa.
Grafik harian menunjukkan kondisi yang “hanya bisa disukai oleh investor beruang.” Upaya Bitcoin untuk melakukan pantulan (rebound) dari titik terendah justru ditolak keras di area USD 114.000, di mana tekanan jual meningkat tajam.
Kenaikan volume pada candle merah menandakan pelaku pasar lebih aktif menjual ketimbang membeli. Pola red engulfing candle yang terbentuk pada 2–3 November memperkuat sinyal bahwa tren penurunan belum berakhir.
Pada kerangka waktu 4 jam, pola lower highs dan lower lows terus berulang, mengonfirmasi tren bearish. Kenaikan singkat menuju USD 110.000–USD 110.800 (Rp 1,81–Rp 1,83 miliar) dinilai hanya sebagai pantulan semu, bukan awal pemulihan harga.
Analis menegaskan, Bitcoin baru bisa menunjukkan potensi pemulihan jika mampu menembus dan bertahan di atas USD 111.000 (Rp 1,83 miliar) dengan volume kuat. Sebaliknya, jika gagal, BTC berisiko turun menuju USD 106.000 (Rp 1,75 miliar) bahkan membuat low baru.
Hampir semua indikator teknikal menunjukkan kecenderungan negatif. Relative Strength Index (RSI) berada di level 41, menandakan netral cenderung lemah, sementara stochastic oscillator di angka 33 belum memberi sinyal pembalikan arah.
Commodity Channel Index (CCI) mencatat −67, memperkuat momentum turun, dan Average Directional Index (ADX) di 17 menandakan tren lemah tapi tetap negatif.
Sementara itu, Awesome Oscillator (−4.257) dan MACD (−1.171) sama-sama menunjukkan tekanan jual yang belum mereda.
“Volume pembelian terlalu kecil untuk membalikkan arah tren. Selama candle merah terus mendominasi, pasar akan tetap berada di tangan bear,” tulis analisis BeInCrypto.
Semua moving average (MA) utama, baik SMA maupun EMA dari periode 10 hingga 200 hari, kini berada di atas harga Bitcoin saat ini, menunjukkan penurunan jangka pendek hingga panjang masih kuat.
Level teknikal penting juga menegaskan tekanan berat di atas kepala pasar:
200-day EMA: USD 108.409 (Rp 1,79 miliar)
200-day SMA: USD 109.876 (Rp 1,81 miliar)
Selama harga tetap di bawah dua garis utama ini, analis menilai Bitcoin berada dalam fase distribusi, di mana investor besar cenderung melepas kepemilikan mereka.
Menurut laporan tersebut, peluang pemulihan jangka pendek masih ada — tapi kecil.
“Jika Bitcoin bisa menembus USD 111.000 dengan volume tinggi, mungkin kita bisa bicara soal pemulihan. Tapi untuk saat ini, setiap kenaikan tampak seperti dead cat bounce, bukan kebangkitan sejati,” tulis analis BeInCrypto.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
