Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 17.01 WIB

Dogecoin Tertahan di Zona Kritis, Analis: Butuh Aksi Whale untuk Tembus Rp 3.465

Ilustrasi Doge Coin. (OSL) - Image

Ilustrasi Doge Coin. (OSL)

JawaPos.com – Setelah anjlok hampir 20% sepanjang bulan ini, Dogecoin (DOGE) kini menghadapi ujian teknikal paling berat dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun sempat naik 1,4% pada Kamis (23/10), pemulihan harga masih rapuh karena tekanan jual yang kuat di zona krusial membuat setiap kenaikan berpotensi gagal.

Pantauan JawaPos.com, Dogecoin kini diperdagangkan di sekitar USD 0,20–USD 0,21, atau setara Rp 3.300–Rp 3.465. Area ini menjadi batas atas yang telah berulang kali menggagalkan setiap upaya reli dalam beberapa pekan terakhir.

Data Hodler Net Position Change menunjukkan bahwa investor jangka panjang mulai mengurangi kepemilikan mereka. Pada 16 Oktober, pemegang lama menambah sekitar 109,8 juta DOGE, tetapi hingga 22 Oktober, akumulasi itu turun drastis menjadi hanya 38,3 juta DOGE, atau menurun 65%.

Penurunan tajam ini menandakan bahwa investor veteran mulai menurunkan eksposur mereka setelah harga Dogecoin menunjukkan kelemahan berulang. Meski demikian, dalam tujuh hari terakhir, harga DOGE hanya turun 1,5%, menunjukkan masih ada dukungan beli dari kelompok baru yang menahan harga agar tidak turun lebih dalam.

Kelompok pembeli jangka pendek dan menengah kini mengambil peran. Berdasarkan data HODL Waves, kepemilikan kelompok 1 minggu–1 bulan naik dari 5,59% menjadi 5,98%, sementara kelompok 3 bulan–6 bulan meningkat dari 7,36% menjadi 8,15% sejak pertengahan Oktober.

Namun, tekanan jual yang kuat tetap menahan Dogecoin di bawah area psikologis USD 0,21 (Rp 3.465). Menurut analis, tambahan pembelian dari kelompok besar seperti whale sangat dibutuhkan untuk menembus batas ini.

Peta distribusi biaya (Cost Basis Distribution Heatmap) memperlihatkan penyebab utama Dogecoin sulit naik. Dua klaster besar suplai terletak di rentang USD 0,202–USD 0,206 (Rp 3.333–Rp 3.399) dan USD 0,210–USD 0,212 (Rp 3.465–Rp 3.498), masing-masing menampung sekitar 11,16 miliar DOGE dan 11,14 miliar DOGE.

Setiap kali harga Dogecoin mendekati area tersebut, pemegang koin yang sebelumnya merugi cenderung menjual di titik impas, sehingga menciptakan tekanan jual besar yang berulang kali menghentikan kenaikan harga sejak 11 Oktober.

“Zona ini telah menjadi salah satu penghalang terkuat Dogecoin dalam jangka pendek,” tulis BeInCrypto, “karena setiap reli menuju area itu segera dihadang oleh aksi jual besar-besaran.”

Jika whale mulai kembali aktif membeli, mereka bisa menyerap sebagian besar suplai di zona resistance dan membuka peluang breakout. Kenaikan di atas USD 0,21 (Rp 3.465) berpotensi mendorong DOGE menuju USD 0,27 (Rp 4.455), atau naik sekitar 12% dari level saat ini.

Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah USD 0,17 (Rp 2.805), Dogecoin berisiko jatuh lebih jauh menuju USD 0,14 (Rp 2.310). Untuk saat ini, pasar DOGE tampak terjebak dalam kisaran sempit, menunggu katalis baru, entah dari aksi beli whale besar, atau sentimen positif pasar Kripto secara keseluruhan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore