Ilustrasi altseason. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pasar kripto global kembali mencetak sejarah. Total kapitalisasi pasar seluruh aset digital menembus rekor baru di USD 4,27 triliun atau sekitar Rp 70,8 kuadriliun, seiring dengan lonjakan harga Bitcoin yang mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa di USD 126.000 (Rp 2,09 miliar) per koin.
Dikutip dari BeInCrypto, Selasa (7/10), reli besar ini terjadi dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan kapitalisasi pasar sebesar USD 61 miliar (Rp 1.013 triliun).
Lonjakan ini menandai salah satu hari perdagangan terkuat dalam beberapa pekan terakhir, didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset digital di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bitcoin memimpin reli dengan menembus dua rekor berturut-turut dalam sepekan terakhir. Saat ini, harga BTC berada di USD 124.439 (Rp 2,06 miliar) setelah sempat menyentuh rekor tertinggi USD 126.199 (Rp 2,09 miliar). Fenomena ini jarang terjadi, karena biasanya rekor harga baru diikuti oleh koreksi singkat.
Analis menilai kekuatan pasar kali ini sangat solid, terutama berkat meningkatnya permintaan dari institusi besar dan aliran dana ke produk ETF Bitcoin. Jika tren positif berlanjut, Bitcoin diprediksi bisa menembus USD 130.000 (Rp 2,16 miliar) dalam waktu dekat. Namun, jika tekanan jual muncul, harga berisiko turun ke USD 122.000 (Rp 2,03 miliar) atau bahkan USD 120.000 (Rp 1,99 miliar).
Ethereum juga mengikuti langkah Bitcoin dengan momentum bullish yang kuat. Dukungan dari perusahaan besar seperti BitMine Immersion Technologies, yang baru saja menambah cadangan Ethereum hingga 179.251 ETH, turut memperkuat optimisme pasar.
Kini, BitMine tercatat memegang lebih dari 2,83 juta ETH senilai lebih dari USD 12,7 miliar (Rp 210,8 triliun), atau sekitar 2 persen dari total suplai Ethereum di dunia.
Reli pasar kripto kali ini tidak lepas dari ketidakpastian akibat shutdown pemerintahan Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat investor mencari alternatif penyimpanan nilai yang lebih independen dari sistem keuangan tradisional.
“Permintaan terhadap kripto meningkat karena banyak investor menganggapnya sebagai lindung nilai di tengah kebijakan fiskal AS yang belum pasti,” tulis BeInCrypto.
Selain itu, usulan dari investor aktivis Venturefounder untuk menghapus inflasi tahunan 2 persen pada token Polygon (POL) dan menggantinya dengan mekanisme buyback juga menambah optimisme di pasar altcoin. Langkah ini dinilai akan memperkuat nilai token dalam jangka panjang.
Di luar dua aset utama, token MYX Finance (MYX) mencuri perhatian dengan lonjakan harga 36 persen dalam sehari. Setelah sempat terancam turun di bawah level USD 5 (Rp 83.000), token ini berhasil pulih dan kini diperdagangkan di sekitar USD 6,2 (Rp 102.900).
Jika momentum beli terus berlanjut, MYX berpotensi menembus USD 7 (Rp 116.200) dan bahkan USD 8,9 (Rp 147.700), menandai level tertinggi barunya dalam waktu singkat. Namun, analis mengingatkan potensi koreksi jika investor mulai mengambil keuntungan cepat.
Reli besar yang mendorong kapitalisasi pasar kripto menembus Rp 70 kuadriliun menunjukkan kepercayaan investor yang terus meningkat terhadap aset digital, terutama di tengah gejolak ekonomi global. Namun, volatilitas tetap tinggi, dan para analis mengingatkan bahwa setiap kenaikan cepat berisiko diikuti oleh koreksi tajam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
