Ilustrasi harga Ethereum yang masih mengelami koreksi atau pelemahan. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Meski terus diborong oleh investor ritel maupun institusi, harga Ethereum masih sulit menembus level psikologis di USD 4.200 atau setara Rp 69,9 juta. Fenomena ini memperlihatkan adanya tarik-menarik antara optimisme jangka panjang dan tekanan jual dari pemegang aset lama.
Pasokan Ethereum di bursa kripto saat ini tercatat berada di level terendah dalam sembilan tahun terakhir. Artinya, makin banyak investor menarik ETH mereka dari bursa dan menyimpannya di wallet pribadi, sebuah sinyal klasik dari akumulasi jangka panjang.
Dalam sebulan terakhir saja, investor telah menarik lebih dari 2,7 juta ETH, dengan nilai total mencapai sekitar USD 11,3 miliar atau setara Rp 188 triliun. Ini mencerminkan keyakinan besar terhadap masa depan Ethereum, meskipun pergerakan harga dalam jangka pendek belum menunjukkan arah yang jelas.
Namun di sisi lain, metrik “Liveliness” Ethereum justru meningkat, sebuah indikator yang menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang (LTH) mulai melepas sebagian kepemilikan mereka.
Kondisi ini menciptakan situasi tarik-ulur yang unik. Di satu sisi ada arus masuk besar dari investor baru, di sisi lain ada aksi jual dari investor lama. Akibatnya, harga Ethereum cenderung stagnan dalam kisaran sempit, menunggu momentum dari salah satu pihak untuk mendominasi pasar.
Harga ETH saat ini berada di kisaran USD 4.176 atau sekitar Rp 69,4 juta, hanya sedikit di atas level support kritis di USD 4.074 (Rp 67,8 juta). Sementara itu, resistance terdekat ada di USD 4.222 (Rp 70,2 juta). Ethereum perlu menembus resistance ini untuk kembali menguat.
Selama tekanan jual dari pemegang jangka panjang masih tinggi, risiko koreksi harga tetap terbuka. Jika ETH menembus ke bawah support USD 4.027 (Rp 66,9 juta), harga bisa jatuh ke USD 3.910 (Rp 65 juta), dan itu akan membatalkan pandangan bullish jangka pendek.
Kondisi ini membuat Ethereum terjebak dalam fase konsolidasi antara USD 4.000 hingga USD 4.500 (Rp 66,5 juta–Rp 74,8 juta) selama beberapa minggu terakhir.
Jadi, bisa disimpulkan jika investor baru tampak percaya diri menyimpan ETH untuk jangka panjang, tapi aksi ambil untung dari investor lama masih menjadi batu sandungan.
Sampai salah satu pihak mengambil alih arah pasar, Ethereum kemungkinan akan terus bergerak sideways, menunggu katalis besar berikutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
