Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 19.47 WIB

Pasokan Ethereum di Bursa Turun ke Level Terendah Dalam 9 Tahun, Tapi Harga Masih Stagnan

Ilustrasi harga Ethereum yang masih mengelami koreksi atau pelemahan. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Meski terus diborong oleh investor ritel maupun institusi, harga Ethereum masih sulit menembus level psikologis di USD 4.200 atau setara Rp 69,9 juta. Fenomena ini memperlihatkan adanya tarik-menarik antara optimisme jangka panjang dan tekanan jual dari pemegang aset lama.

Pasokan Ethereum di bursa kripto saat ini tercatat berada di level terendah dalam sembilan tahun terakhir. Artinya, makin banyak investor menarik ETH mereka dari bursa dan menyimpannya di wallet pribadi, sebuah sinyal klasik dari akumulasi jangka panjang.

Dalam sebulan terakhir saja, investor telah menarik lebih dari 2,7 juta ETH, dengan nilai total mencapai sekitar USD 11,3 miliar atau setara Rp 188 triliun. Ini mencerminkan keyakinan besar terhadap masa depan Ethereum, meskipun pergerakan harga dalam jangka pendek belum menunjukkan arah yang jelas.

Namun di sisi lain, metrik “Liveliness” Ethereum justru meningkat, sebuah indikator yang menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang (LTH) mulai melepas sebagian kepemilikan mereka.

Kondisi ini menciptakan situasi tarik-ulur yang unik. Di satu sisi ada arus masuk besar dari investor baru, di sisi lain ada aksi jual dari investor lama. Akibatnya, harga Ethereum cenderung stagnan dalam kisaran sempit, menunggu momentum dari salah satu pihak untuk mendominasi pasar.

Harga ETH saat ini berada di kisaran USD 4.176 atau sekitar Rp 69,4 juta, hanya sedikit di atas level support kritis di USD 4.074 (Rp 67,8 juta). Sementara itu, resistance terdekat ada di USD 4.222 (Rp 70,2 juta). Ethereum perlu menembus resistance ini untuk kembali menguat.

Risiko Koreksi Masih Terbuka

Selama tekanan jual dari pemegang jangka panjang masih tinggi, risiko koreksi harga tetap terbuka. Jika ETH menembus ke bawah support USD 4.027 (Rp 66,9 juta), harga bisa jatuh ke USD 3.910 (Rp 65 juta), dan itu akan membatalkan pandangan bullish jangka pendek.

Kondisi ini membuat Ethereum terjebak dalam fase konsolidasi antara USD 4.000 hingga USD 4.500 (Rp 66,5 juta–Rp 74,8 juta) selama beberapa minggu terakhir.

Jadi, bisa disimpulkan jika investor baru tampak percaya diri menyimpan ETH untuk jangka panjang, tapi aksi ambil untung dari investor lama masih menjadi batu sandungan.

Sampai salah satu pihak mengambil alih arah pasar, Ethereum kemungkinan akan terus bergerak sideways, menunggu katalis besar berikutnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore