
Michael Saylor. (michael.com)
JawaPos.com – Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy (kode saham Nasdaq: MSTR), berpotensi besar masuk dalam indeks saham paling bergengsi di Amerika Serikat, S&P 500, pada Jumat (6/9) mendatang. Jika ini terjadi, langkah tersebut bisa jadi momen bersejarah karena membuat Bitcoin masuk ke dalam portofolio dana pensiun dan robo-advisor secara tidak langsung.
Dikutip dari News.Bitcoin, Kamis (4/9), Strategy disebut sebagai salah satu saham dengan performa terbaik sepanjang 2024. Perusahaan ini bukan seperti perusahaan teknologi biasa. Strategi utamanya adalah membeli dan menyimpan Bitcoin sebanyak-banyaknya sebagai cadangan treasury.
Hingga saat ini, Strategy tercatat telah memiliki 636.505 BTC atau setara USD 71 miliar. Jika dikonversi, jumlah itu senilai lebih dari Rp 1.168 triliun. Sementara kapitalisasi pasar saham MSTR berada di angka USD 98 miliar atau sekitar Rp 1.610 triliun.
S&P 500 adalah indeks yang berisi 500 perusahaan teratas di Amerika Serikat berdasarkan kapitalisasi pasar dan kriteria teknis tertentu. Setiap tiga bulan, indeks ini mengalami rebalancing, di mana perusahaan-perusahaan baru bisa masuk menggantikan yang lama. Dalam rebalancing Juli lalu, perusahaan milik Jack Dorsey, Block (NYSE: XYZ), resmi masuk indeks. Kini giliran MSTR, Robinhood, dan Applovin yang tengah bersaing.
Untuk masuk ke S&P 500, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:
Perusahaan harus berbasis di Amerika Serikat
Kapitalisasi pasar minimal USD 22,7 miliar
Volume transaksi bulanan minimal 250.000 saham selama 6 bulan terakhir
Rasio likuiditas minimal 75 persen
Saham terdaftar di bursa seperti NYSE atau Nasdaq
Saham dalam bentuk common stock
Strategy telah memenuhi semua persyaratan tersebut. Oleh karena itu, banyak analis dan pelaku pasar yakin bahwa MSTR sangat mungkin diumumkan sebagai anggota baru S&P 500 pada Jumat (6/9).
Masuknya MSTR ke dalam S&P 500 bukan sekadar berita biasa. Menurut Adam Livingston, penulis buku The Bitcoin Wizard, “Ini bukan sekadar perombakan indeks biasa. Ini adalah momen di mana setiap dana pensiun, robo-advisor, dan portofolio 401K secara tidak sengaja akan ikut memegang Bitcoin.”
Pasalnya, indeks S&P 500 menjadi acuan bagi ratusan miliar dolar dana investasi pasif di seluruh dunia. Ketika MSTR masuk ke dalam indeks tersebut, setiap dana indeks dan reksa dana yang melacak S&P 500 otomatis harus membeli saham MSTR, yang berarti secara tidak langsung juga menjadi pemilik Bitcoin karena cadangan besar yang dimiliki Strategy.
Langkah ini bisa menciptakan permintaan baru terhadap saham MSTR dan juga meningkatkan eksposur institusional terhadap Bitcoin, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika sebelumnya hanya investor kripto yang memegang Bitcoin, kini dana pensiun sekalipun bisa ikut “hodl” meskipun tanpa sadar.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
