
Ilustrasi whale Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Di tengah sinyal melemahnya momentum Ethereum setelah mencetak rekor harga tertinggi baru, justru terjadi akumulasi besar-besaran oleh pemain besar pasar.
Seorang whale yang sebelumnya tercatat memiliki Bitcoin senilai USD 5,97 miliar (Rp 97,3 triliun), kini dilaporkan mengalihkan sebagian besar dananya ke Ethereum. Tak main-main, jumlah yang dibelanjakan mencapai USD 434,7 juta atau sekitar Rp 7,08 triliun.
Data dari Arkham, seperti dikutip Bitcoinist, Senin (1/9), menunjukkan bahwa whale tersebut memindahkan USD 1,1 miliar (Rp 17,9 triliun) dari wallet Bitcoin miliknya ke dompet baru, dan langsung melakukan pembelian Ethereum melalui platform Hyperunit.
Kini, total akumulasi ETH-nya telah menembus USD 3 miliar (Rp 48,9 triliun), di mana sebagian besar di antaranya langsung dikunci dalam staking. Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa sang whale punya keyakinan jangka panjang terhadap Ethereum, meski harga saat ini sedang menghadapi tekanan.
Langkah strategis whale ini dianggap sebagai bagian dari fenomena rotasi modal besar-besaran dari Bitcoin ke Ethereum. Market kini mencermati pergerakan dua alamat utama milik sang investor besar, baik wallet BTC (169qYZ...) maupun ETH (0x61676...), untuk mengantisipasi langkah selanjutnya.
Tindakan staking yang dilakukan, yakni mengunci aset Ethereum ke dalam jaringan sebagai validator, membatasi pasokan ETH di pasar dan memperkuat narasi jangka panjang. Dengan kata lain, ini bukan aksi spekulasi jangka pendek, tapi sinyal kepercayaan pada prospek Ethereum.
Saat ini Ethereum diperdagangkan di sekitar USD 4.369 atau setara Rp 71 juta, setelah sebelumnya mencetak all-time high di USD 4.900 (Rp 79,9 juta). Meski mengalami koreksi, ETH masih bergerak di atas rata-rata pergerakan 50-hari, yang berada di level USD 4.372 (Rp 71 juta) dan menjadi garis support jangka pendek yang kuat.
Jika ETH berhasil bertahan di atas level ini, maka peluang untuk rebound tetap terbuka. Namun, bila harga jatuh di bawah USD 4.350 (Rp 70,8 juta), maka target koreksi selanjutnya adalah USD 4.000 (Rp 65,2 juta) sebagai zona demand berikutnya.
Untuk jangka panjang, struktur teknikal Ethereum masih sehat. Rata-rata pergerakan 100-hari ada di USD 3.962 (Rp 64,6 juta) dan 200-hari di USD 3.257 (Rp 53 juta), menunjukkan bahwa tren naik besar masih belum patah. Tekanan saat ini lebih bersifat konsolidasi daripada pembalikan tren.
Yang menarik, langkah whale ini juga dilihat sebagai sinyal bahwa Ethereum dan altcoin lain akan segera mengambil alih perhatian pasar dari Bitcoin. Dalam siklus kripto, fenomena semacam ini sering disebut sebagai altseason, yakni saat altcoin seperti ETH, SOL, atau ADA melonjak lebih cepat dibanding BTC.
"Kalau dana sebesar itu sudah mulai berputar ke Ethereum, artinya pemain besar sedang bersiap ke fase berikutnya. Ini bisa jadi awal dari altseason," ujar seorang analis yang dikutip dari laporan Bitcoinist, Senin (1/9).
Saat ini muncul spekulasi bahwa sang whale akan melanjutkan akumulasi hingga USD 650 juta (Rp 10,6 triliun). Jika itu terjadi, permintaan baru ini bisa menjadi bantalan kuat bagi harga ETH di tengah tekanan jangka pendek.
Dengan staking besar-besaran, pasokan Ethereum yang tersedia di pasar spot jadi semakin terbatas. Dalam konteks pasar, semakin sedikit pasokan tersedia, semakin besar potensi lonjakan harga jika permintaan kembali meningkat.
Namun semua mata tetap tertuju pada pergerakan harga di level USD 4.350. Jika ETH berhasil bertahan dan ada katalis tambahan—baik dari institusi, regulasi, atau proyek baru di ekosistem Ethereum—bukan tidak mungkin ETH kembali mengincar level USD 4.800–4.900, bahkan lebih.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
