Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 17.28 WIB

JP Morgan Sebut Harga Bitcoin Hari Ini Masih Terlalu Murah, Potensi Naik ke Rp 2,05 Miliar

Ilustrasi harga Bitcoin yang sedang turun dan dianggap sebagai diskon. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi harga Bitcoin yang sedang turun dan dianggap sebagai diskon. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Bank investasi raksasa JP Morgan kembali menyampaikan pandangannya soal Bitcoin. Dalam catatan analisis yang dirilis Jumat (29/8), mereka menyebut harga Bitcoin saat ini masih terlalu rendah dibandingkan dengan potensi fundamentalnya.

Menurut perhitungan mereka, Bitcoin seharusnya sudah berada di level USD 126.000 atau sekitar Rp 2,05 miliar per keping, terutama setelah volatilitasnya turun drastis.

“Harga Bitcoin tampak terlalu rendah dibandingkan dengan emas, karena volatilitas Bitcoin kini mencapai level historis terendah,” tulis Nikolaos Panigirtzoglou, analis JP Morgan dalam catatan tersebut.

Harga Bitcoin saat ini tercatat di kisaran USD 111.950 atau setara Rp 1,82 miliar, nyaris tidak berubah dalam 24 jam terakhir maupun selama sepekan. Meski begitu, Bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi baru pada awal bulan ini di angka USD 124.128 atau Rp 2,02 miliar, berdasarkan data CoinGecko.

Volatilitas Mereda, Institusi Masuk

Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin terkenal karena pergerakannya yang liar—naik dan turun puluhan persen dalam waktu singkat. Namun kini, menurut JP Morgan, kondisi itu mulai berubah. Salah satu penyebabnya adalah derasnya arus institusi ke pasar kripto, terutama sejak ETF Bitcoin spot diluncurkan di Amerika Serikat tahun lalu.

“Perkembangan yang mencolok tahun ini adalah anjloknya volatilitas Bitcoin, dari sekitar 60 persen di awal tahun menjadi 30 persen saat ini,” tulis laporan tersebut. Mereka menilai tren ini dipicu oleh percepatan pembelian Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan besar yang menyimpannya di neraca keuangan mereka.

Dengan volatilitas yang menurun, JP Morgan menyebut bahwa Bitcoin kini semakin mirip dengan emas, sebuah aset lindung nilai yang lebih stabil. Artinya, jika tren ini terus berlanjut, alokasi investasi institusional ke Bitcoin bisa menyaingi atau bahkan menyamai emas.

“Adalah realistis untuk mengharapkan bahwa alokasi ke Bitcoin oleh investor institusional bisa setara dengan kelas aset lain seperti emas, jika tingkat volatilitasnya mulai konvergen,” lanjut laporan tersebut.

Bitcoin dan “Digital Gold”

Perdebatan tentang apakah Bitcoin bisa dianggap sebagai “emas digital” sudah berlangsung bertahun-tahun. Para pendukung Bitcoin meyakini bahwa aset ini adalah alternatif modern dari emas karena kelangkaannya, desentralisasi, dan kemampuan untuk menyimpan nilai.

Fenomena ini diperkuat oleh aksi perusahaan seperti Strategy (dahulu MicroStrategy), yang sejak 2020 secara aktif membeli Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan korporasi. Strategi tersebut terbukti menguntungkan. Saham Strategy (kode Nasdaq: MSTR) pun ikut melonjak seiring harga Bitcoin yang naik dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, berbeda dengan emas yang cenderung tidak berkorelasi dengan saham, Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir justru lebih banyak bergerak seirama dengan indeks saham teknologi di Amerika Serikat. Hal ini memicu diskusi lanjutan tentang posisi Bitcoin: apakah ia benar-benar mirip emas atau justru makin mendekati karakteristik aset spekulatif seperti saham teknologi?

Potensi Harga Masih Terbuka

Terlepas dari itu, JP Morgan tetap optimistis bahwa harga Bitcoin bisa menyentuh USD 126.000 atau Rp 2,05 miliar pada akhir tahun ini, terutama jika minat institusional terus tumbuh dan volatilitas tetap rendah.

Dengan asumsi tersebut, investor ritel maupun institusi besar mungkin akan melihat fase sekarang sebagai momen akumulasi. Pasalnya, jika JP Morgan benar, maka ada potensi kenaikan lebih dari 12 persen dari harga saat ini dalam empat bulan ke depan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore