Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 18.41 WIB

Ethereum Tembus USD 4.935 (Rp 80 Juta), ETF dan Investor Institusional Jadi Pendorong Utama

Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com, Senin (25/8) – Ethereum kembali mencetak rekor baru dengan menembus harga tertinggi intraday di level USD 4.935 atau sekitar Rp 80,4 juta pada Minggu (24/8). Lonjakan ini dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, masuknya dana dalam jumlah besar ke ETF berbasis Ethereum, dan peningkatan minat dari institusi besar.

Dikutip dari News.Bitcoin, kenaikan Ethereum terjadi setelah pidato Gubernur The Fed Jerome Powell di Jackson Hole yang memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga bisa dilakukan pada bulan September. Hal ini meningkatkan minat risiko di berbagai pasar, termasuk kripto.

Secara bersamaan, dana yang mengalir ke produk ETF Ethereum menunjukkan lonjakan signifikan. Sepanjang pekan lalu saja, ETF berbasis ETH mencatatkan aliran dana ratusan juta dolar, yang membawa total aset ETF Ethereum menembus USD 30 miliar atau sekitar Rp 489 triliun.

Salah satu pelaku institusional seperti Bitmine disebut telah meningkatkan alokasi dana mereka ke Ethereum, mengindikasikan bahwa ETH tidak lagi hanya dipandang sebagai aset spekulatif, melainkan juga sebagai cadangan keuangan perusahaan (treasury reserve).

Analis dari Standard Chartered bahkan menaikkan target harga akhir tahun Ethereum menjadi USD 7.500 atau setara Rp 122,2 juta, memperkuat keyakinan bahwa reli ini bisa menjadi awal fase bullish yang lebih luas.

Pergerakan positif ini juga disorot oleh John Deaton, seorang pengacara kripto yang juga mantan kandidat senator Partai Republik dari Massachusetts. Dalam pernyataan yang dikutip dari Bitcoinist, Senin (25/8), Deaton memprediksi bahwa Ethereum bisa mencapai USD 10.000 atau sekitar Rp 163 juta dalam siklus pasar saat ini.

Prediksi tersebut ia sampaikan sebagai tanggapan atas unggahan analis ETF, Nate Geraci, yang mencatat adanya rotasi modal signifikan dari ETF Bitcoin ke ETF Ethereum. Hanya pada Jumat lalu, ETF spot ETH mencatat inflow sebesar USD 340 juta, sedangkan ETF Bitcoin justru mengalami outflow hingga USD 1,2 miliar selama bulan Agustus.

Sejak awal Juli, dana yang masuk ke ETF spot Ethereum tercatat mencapai USD 8,2 miliar atau sekitar Rp 133 triliun. Sebagai perbandingan, Bitcoin hanya mendapatkan aliran dana sebesar USD 4,8 miliar dalam periode yang sama.

John Deaton menilai bahwa tren ini menunjukkan keyakinan yang semakin kuat terhadap prospek jangka panjang Ethereum, terutama setelah berbagai perusahaan treasury yang dipimpin oleh tokoh industri besar seperti Tom Lee (Bitmine), Joseph Lubin (Sharplink), dan Andrew Keys (Ether Machine) mulai aktif mengakumulasi ETH.

“Dengan aliran dana yang terus meningkat dan akumulasi oleh perusahaan treasury Ethereum seperti yang dilakukan oleh @ethereumJoseph, @AK_EtherMachine, dan Tom Lee, saya rasa harga USD 10.000 cukup masuk akal untuk Ethereum dalam waktu dekat,” ujar Deaton.

Meski ia belum sepenuhnya yakin dengan proyeksi ekstrem yang menyebut Ethereum bisa mencapai USD 20.000, ia menegaskan bahwa pola akumulasi institusional ini bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja.

Di saat berita ini ditulis pada Minggu pukul 14.08 waktu Amerika Serikat, ETH diperdagangkan di kisaran USD 4.923 atau sekitar Rp 80 juta. Berdasarkan data CoinGecko, Ethereum mencatatkan kenaikan 1,91 persen dalam 24 jam terakhir, serta kenaikan mingguan sebesar 7,28 persen dan bulanan sebesar 23,98 persen. Kapitalisasi pasar Ethereum saat ini menyentuh USD 576 miliar atau sekitar Rp 9.388 triliun, menjadikannya aset digital terbesar kedua setelah Bitcoin dan menempati peringkat ke-22 aset terbesar di dunia.

Jika tren ini berlanjut, Ethereum berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi digital berikutnya, dengan dukungan kuat dari ETF, institusi, dan perusahaan yang menjadikan ETH sebagai bagian dari strategi keuangan mereka.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore