Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 18.28 WIB

Ethereum Kembali Cemerlang, Bitcoin Terpeleset, Pasar Kripto Dibayangi “September Slump”

Ilustrasi Bitcoin vs Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pasar kripto global kembali menunjukkan volatilitas tajam pada Senin (25/8), menyusul efek dari pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole. Pidato tersebut memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga pada September mendatang kemungkinan besar terjadi, meski The Fed tetap berhati-hati.

Bitcoin sempat melonjak usai pidato itu, namun tak lama kemudian mengalami pembalikan arah secara cepat. Harga Bitcoin anjlok hingga menyentuh USD 110.600 atau sekitar Rp 1,8 miliar, turun drastis dibanding posisi akhir pekan yang sempat stabil di kisaran USD 114.500 atau sekitar Rp 1,86 miliar.

Sementara itu, Ethereum justru mencetak performa mengesankan. Dalam sepekan terakhir, ETH naik lebih dari 13 persen dan sempat menyentuh rekor tertinggi USD 4.957 atau setara Rp 80,7 juta per koin.

Dikutip dari BeInCrypto, Senin (25/8), lonjakan Ethereum terjadi bersamaan dengan optimisme pasar terhadap kemungkinan The Fed memangkas suku bunga. Meski kebijakan yang disampaikan Powell di atas kertas masih cenderung hawkish, pasar menilai nada bicara Powell jauh lebih lunak, terutama ketika ia menyinggung kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja.

“Pasar tenaga kerja yang melemah signifikan menjadi salah satu prasyarat penting sebelum kami mempertimbangkan pemangkasan suku bunga,” kata Powell.

Ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga kian kuat setelah James Bullard, mantan Presiden The Fed St. Louis, dalam wawancara dengan CNBC menyebut pidato Powell sangat mungkin mengindikasikan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.

Tak hanya itu, Bullard bahkan menyebutkan bahwa ada ruang hingga 100 basis poin pemotongan suku bunga sampai tahun depan.

Namun optimisme itu belum sepenuhnya diterima semua pihak. Presiden The Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, menilai inflasi masih terlalu tinggi dan terlalu dini jika The Fed buru-buru menurunkan suku bunga. Ia memperingatkan bahwa langkah tersebut bisa membangkitkan kembali permintaan dan memicu kenaikan harga.

Senada dengan itu, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack menyatakan bahwa jika pertemuan FOMC dilakukan hari ini, ia belum melihat urgensi untuk menurunkan suku bunga.

Di sisi lain, pasar merespons sangat dinamis. Setelah sempat menguat, Bitcoin justru ditutup melemah dalam sepekan terakhir, dengan penurunan sekitar 2,56 persen atau sekitar USD 10.000. Hal ini terjadi di tengah net sell besar-besaran pada ETF Bitcoin spot yang menurut Farside Investors mencapai USD 1,178 miliar. Sebagai perbandingan, ETF Ethereum hanya mencatat outflow USD 241 juta.

Data dari News.Bitcoin mencatat bahwa pada Minggu sore waktu Amerika, Bitcoin tiba-tiba longsor ke level USD 110.671. Ini terjadi hanya beberapa jam setelah Ethereum mencetak harga tertinggi baru. Bahkan dalam waktu satu jam, pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan 1,5 persen. Ethereum jatuh 3,15 persen, XRP dan Dogecoin ikut melemah, dengan DOGE mengalami penurunan tertajam sebesar 4,4 persen.

Para analis memperkirakan kondisi ini disebabkan oleh likuidasi besar-besaran di pasar derivatif, yang mencapai USD 611 juta, termasuk USD 445 juta posisi long yang terpaksa ditutup paksa.

Meskipun para investor jangka panjang masih tenang, trader harian saat ini menghadapi situasi yang sangat fluktuatif. Pergerakan cepat dan tidak terduga bisa menjadi peluang sekaligus jebakan, tergantung seberapa sigap mereka membaca arah pasar.

Satu indikator penting yang bakal memengaruhi pasar minggu ini adalah data inflasi Agustus versi PCE (Personal Consumption Expenditures), yang menjadi ukuran favorit The Fed dalam mengamati inflasi. Bersamaan dengan itu, survei ekspektasi inflasi dari University of Michigan juga akan dirilis Jumat mendatang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore