
Ilustrasi market kripto yang menunggu pernyataan The Fed lewat pidato Jerome Powell. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin kembali melemah dan nyaris keluar dari zona psikologis USD 115.000, atau sekitar Rp 1,88 miliar, pada perdagangan Rabu (20/8). Padahal, pekan lalu aset kripto terbesar ini sempat mencetak rekor baru di USD 124.000 atau Rp 2,02 miliar.
Namun tekanan jual, ditambah ekspektasi pasar terhadap pidato Ketua The Fed Jerome Powell, membuat reli jangka pendek Bitcoin kembali goyah.
Dikutip dari Bitcoinist dan Coindesk, volatilitas tinggi melanda pasar kripto setelah Bitcoin gagal mempertahankan posisinya di atas USD 120.000. Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran USD 113.679 atau sekitar Rp 1,85 miliar, turun lebih dari 9 persen dari level tertingginya pada Kamis lalu.
Pasar melihat penolakan kuat di area USD 123.000 hingga USD 125.000. Setiap kali harga mencoba menembus zona tersebut, tekanan jual meningkat, menandakan banyak investor jangka pendek memilih mengambil untung. Kini, harga Bitcoin berkonsolidasi di antara support penting di USD 115.000 dan resistance di atas USD 120.000.
Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa permintaan terhadap Bitcoin mulai melemah. Salah satu indikator kunci, yaitu Apparent Demand, yang mengukur aktivitas dari investor baru, saat ini berada di kisaran 30.000 BTC. Meski nilainya masih positif, analis Axel Adler mencatat bahwa tren ini terus menurun dalam beberapa pekan terakhir, menandakan minat dari investor muda mulai memudar.
“Jika metrik ini turun menuju nol, itu bisa menjadi sinyal bahwa aliran modal baru ke Bitcoin mulai mengering,” ujar Adler.
Secara teknikal, grafik 4 jam Bitcoin memperlihatkan tren menurun jangka pendek. Harga telah turun di bawah rata-rata pergerakan 50 dan 100 hari, sementara moving average 200 hari membentuk resistensi kuat di atas kepala.
Jika harga menembus di bawah USD 115.000, bukan tidak mungkin koreksi lebih dalam ke level USD 112.000 atau bahkan USD 110.000 terjadi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Ether (ETH) juga terkena imbas, turun 3,5 persen dalam 24 jam terakhir ke bawah USD 4.200 atau setara Rp 68,4 juta. Altcoin lainnya seperti Chainlink, Avalanche, Toncoin, Ethena, dan Aptos mengalami penurunan 4 hingga 6 persen. Kecemasan pasar bukan hanya datang dari teknikal, tapi juga dari faktor makroekonomi.
Pekan ini, seluruh perhatian pasar tertuju pada simposium ekonomi tahunan Jackson Hole yang akan digelar pada Jumat, dengan Jerome Powell sebagai pembicara utama. Banyak investor kini khawatir pidato Powell akan bernada hawkish atau ketat terhadap kebijakan moneter.
Harapan akan pemangkasan suku bunga pada September mulai memudar setelah laporan indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat pekan lalu menunjukkan inflasi yang masih tinggi.
Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas pemotongan suku bunga kini turun menjadi 85 persen, dari sebelumnya 98 persen hanya dalam sepekan.
Analis dari Bank of America bahkan menilai The Fed kemungkinan besar akan tetap menahan suku bunga. "Dengan inflasi yang masih bertahan, dampak tarif impor yang belum sepenuhnya terlihat, serta pasar tenaga kerja yang tetap kuat, kami melihat alasan kuat bagi The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga saat ini," tulis mereka dalam laporan resmi.
Ketidakpastian ini menyebabkan pasar saham Amerika ikut turun. Indeks Nasdaq dan S&P 500 masing-masing melemah 0,9 persen dan 0,4 persen. Saham-saham perusahaan berbasis kripto juga ikut anjlok.
Sharplink Gaming (SBET) yang sebelumnya sempat melejit karena strategi treasury berbasis Ether kini merosot 85 persen dari puncaknya. Saham MicroStrategy (MSTR), perusahaan milik Michael Saylor yang agresif mengoleksi Bitcoin, juga turun 5,7 persen dalam sehari.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
