Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Maret 2025 | 21.25 WIB

Dulu Cuma Meme Coin, Kini Penambangan Dogecoin Mulai Dilirik Serius

Ilutrasi Dogecoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilutrasi Dogecoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Awalnya hanya dibuat sebagai lelucon pada 2013, Dogecoin kini menjelma menjadi peluang bisnis tambang kripto yang menjanjikan. Dikenal sebagai “meme coin” favorit Elon Musk, Dogecoin kembali populer sejak akhir tahun lalu seiring gelombang investor ritel yang membanjiri pasar. Kini, penambangan Dogecoin mulai menjadi ladang cuan baru yang dilirik banyak pihak, dari pelaku bisnis kecil hingga perusahaan publik.

Dalam konferensi Mining Disrupt di Fort Lauderdale, Florida, para vendor perangkat tambang mengungkapkan meningkatnya minat terhadap penambangan DOGE. Meskipun fokus utama acara masih didominasi oleh industri tambang Bitcoin yang mapan dan mendapat dukungan Presiden Trump, altcoin seperti Dogecoin dan Litecoin juga berbasis sistem proof-of-work (PoW), artinya tetap membutuhkan tenaga komputasi besar untuk menambang dan memverifikasi transaksi.

Menariknya, para penambang kini memanfaatkan teknologi merged mining, yang memungkinkan mereka menambang beberapa koin sekaligus, seperti DOGE dan LTC, dengan satu mesin. Hasilnya, pendapatan bisa meningkat tanpa biaya tambahan besar.

“Menambang DOGE atau LTC bisa bantu maksimalkan pendapatan,” ujar Payne Cong, kepala pengembangan bisnis ElphaPex. Hal senada disampaikan Alan Martinez dari produsen hardware JSBIT, yang mengatakan bahwa satu mesin penambang Dogecoin yang nyaris senyap bisa menghasilkan hingga USD 750 atau sekitar Rp 12,3 juta per bulan.

Tak hanya individu, perusahaan besar juga mulai melirik peluang ini. Martinez menyebut mereka sedang berbicara dengan beberapa perusahaan besar yang tercatat di Nasdaq. Sebagai contoh, VivoPower (VVPR), perusahaan publik asal AS, melalui anak usahanya Caret Digital, telah mengumumkan rencana untuk menambang Dogecoin dan Litecoin sejak tahun lalu.

Berdasarkan data dari CoinWarz, saat ini satu mesin penambang DOGE bisa menghasilkan keuntungan sekitar USD 5,83 per hari (Rp 95.600), sementara penambangan Bitcoin hanya sekitar USD 9,41 (Rp 154.400). Di tengah meningkatnya kesulitan menambang Bitcoin dan harga yang cenderung fluktuatif, DOGE dinilai menjadi opsi yang lebih realistis untuk pelaku usaha kecil.

Bahkan perusahaan penambangan publik seperti BIT Mining mengaku bahwa penambangan DOGE memberikan margin keuntungan lebih besar dibandingkan Bitcoin. Hal ini menjadi peluang menarik bagi bisnis skala kecil yang sebelumnya tak mampu bersaing di medan pertambangan Bitcoin.

Musk sendiri—yang kini juga menjabat penasihat Presiden Trump—pernah memuji sistem tokenomics Dogecoin. Tidak seperti Bitcoin yang memiliki suplai terbatas dan dianggap sebagai “emas digital,” DOGE justru dirancang tanpa batas maksimum, dengan 10.000 koin baru dicetak setiap menit. Menurut Musk, hal itu justru membuat DOGE lebih cocok sebagai alat tukar dalam transaksi sehari-hari.

Meski begitu, penambangan Dogecoin saat ini lebih banyak digeluti bisnis kecil. “Pelanggan terbesar kami saat ini justru pemilik kafe dan gedung perkantoran,” kata Martinez. Ia bahkan menyebut ada jaringan kedai kopi yang memasang mesin tambang DOGE di enam lokasinya. Menariknya, mereka memanfaatkan panas dari mesin tambang sebagai pengganti pemanas ruangan.

“Daripada menyalakan pemanas, mending nyalakan mesin tambang,” ujarnya sambil berseloroh. “Kapan terakhir kali pemanas ruangan bisa menghasilkan uang untuk Anda?”

Dikutip dari Decrypt, Minggu (30/3), kisah sukses penambangan Dogecoin ini menandakan bahwa di era kripto, peluang cuan bisa datang dari arah yang tak disangka—bahkan dari koin yang dulu dianggap hanya bahan candaan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore