
Ilustrasi koin kripto HYPE. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Setelah sukses menempatkan dirinya sebagai salah satu bursa decentralized perpetual paling populer di dunia Kripto, Hyperliquid (HYPE) kini menghadapi ujian terberat sejak diluncurkan. Bulan November ini, proyek tersebut akan membuka (unlock) jutaan token HYPE, peristiwa yang berpotensi mengubah arah pasar dalam waktu singkat.
Dikutip dari BeInCrypto, Selasa (4/11), pelepasan token besar-besaran ini menjadi “crash test” pertama bagi Hyperliquid, dengan pertanyaan utama: apakah langkah ini akan meningkatkan likuiditas dan adopsi, atau justru memicu tekanan jual dan penurunan harga tajam?
Menurut data dari Tokenomist, jumlah token HYPE yang akan di-unlock mencapai sekitar 2,66% dari total suplai beredar. Ketika suplai token bertambah signifikan dalam waktu singkat, risiko dilusi nilai dan tekanan jual biasanya meningkat.
Secara teknikal, beberapa analis menilai pola head-and-shoulders mulai terbentuk pada grafik harian HYPE. Jika pola ini terkonfirmasi, harga HYPE berpotensi turun ke sekitar USD 20 (Rp 330.000) sebagai bagian dari fase koreksi jangka pendek.
Namun, tidak semua pandangan negatif. Seorang trader di X (Twitter) menilai ada tanda-tanda “TWAP out”, yaitu strategi penjualan bertahap yang efisien dan terkendali oleh pemegang besar.
“Belum jelas arah selanjutnya, saya memilih menunggu konfirmasi lebih lanjut,” tulisnya.
Sementara itu, analis Route2FI justru melihat peluang di tengah volatilitas. “Jika HYPE bisa menutup candle satu menit di sekitar USD 40 (Rp 660.000) bulan ini, itu bisa berubah jadi peluang yield farming sementara,” ujarnya. Strategi ini, kata dia, hanya cocok bagi trader berpengalaman karena periode unlock cenderung membawa volatilitas ekstrem.
Meski tekanan pasokan di jangka pendek sulit dihindari, kekuatan utama Hyperliquid terletak pada pendapatan on-chain-nya yang luar biasa. Berdasarkan data dari Artemis, dalam 24 jam terakhir, Hyperliquid menghasilkan lebih dari USD 2,2 juta (Rp 36,3 miliar) dalam bentuk biaya transaksi, melampaui seluruh blockchain lain di periode yang sama.
Bahkan, laporan sebelumnya menunjukkan Hyperliquid sempat menguasai hingga 33% dari total pendapatan blockchain global, menjadikannya “mesin uang DeFi” baru dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi.
Jika sebagian dari pendapatan ini digunakan untuk membeli kembali (buyback) atau membakar token (burn), proyek berpotensi menyerap tekanan jual dari unlock dan menstabilkan harga HYPE di pasar sekunder.
Unlock token November ini akan menjadi penentu utama bagi kredibilitas Hyperliquid di mata investor. Di jangka pendek, risiko penurunan harga memang tinggi akibat tekanan suplai dan kehati-hatian pasar. Namun, kemampuan proyek untuk mengubah pendapatan on-chain menjadi nilai nyata bagi pemegang token akan menjadi pembeda utama antara reli semu dan pertumbuhan berkelanjutan.
Jika tim Hyperliquid mampu memanfaatkan pendapatannya untuk program staking, likuiditas, atau mekanisme pengembalian nilai ke holder, maka peristiwa unlock ini bukanlah akhir, melainkan awal dari revaluasi besar terhadap salah satu proyek DeFi paling menjanjikan tahun 2025.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
