Ilustrasi Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Komunitas Kripto tengah diguncang rumor besar setelah Ethereum Foundation dilaporkan memindahkan ETH senilai USD 654 juta atau sekitar Rp 10,8 triliun ke dompet yang biasa digunakan untuk penjualan aset. Langkah ini menimbulkan spekulasi luas bahwa lembaga pengelola proyek Ethereum itu berencana menjual sebagian kepemilikan ETH-nya dalam waktu dekat.
Dikutip dari BeInCrypto, Rabu (22/10), transaksi besar ini terdeteksi oleh platform analisis on-chain Arkham Intelligence, yang terkenal karena kemampuannya mengidentifikasi pergerakan aset besar di blockchain.
Dalam sebulan terakhir, Ethereum Foundation memang tercatat beberapa kali menjual ETH dalam jumlah kecil (di bawah USD 10 juta) untuk mendanai proyek DeFi independen. Namun, transfer kali ini jauh lebih besar dan memicu tanda tanya di kalangan investor.
“Jika Ethereum Foundation benar-benar berniat menjual ETH sebesar ini, pertanyaannya adalah, mengapa sekarang?” tulis laporan BeInCrypto.
Rumor paling santer yang beredar di komunitas Ethereum menyebut, sebagian dari dana Rp 10,8 triliun itu akan digunakan untuk membayar kompensasi kepada pengembang senior yang selama ini dianggap kurang dihargai.
Isu ini mencuat setelah Péter Szilágyi, salah satu pengembang inti Ethereum sekaligus pemimpin tim Geth, mengundurkan diri dua hari lalu. Ia menuding bahwa Ethereum Foundation telah “sangat meremehkan” nilai kerja para pembangun inti.
Dalam pernyataannya, Szilágyi mengungkap bahwa selama enam tahun bekerja di Foundation, ia hanya menerima USD 625.000 sebelum pajak, atau sekitar Rp 10,3 miliar, padahal dalam periode yang sama kapitalisasi pasar Ethereum melonjak dari nol menjadi USD 450 miliar.
“Selama ini, banyak dari kami yang bekerja bukan demi uang, tapi demi visi. Namun kenyataannya, kami dibayar jauh di bawah kontribusi yang kami berikan,” ujar Szilágyi dalam unggahan terakhirnya.
Menanggapi kontroversi ini, salah satu Co-Executive Director Ethereum Foundation akhirnya buka suara pada Selasa sore (21/10) waktu setempat. Ia menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa para pengembang senior memang layak mendapat penghargaan lebih besar.
“Semua dari kalian, para pembangun veteran, memang dibayar di bawah nilai sebenarnya atas kontribusi kalian,” ujar sang direktur dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa Foundation akan meninjau ulang struktur kompensasi agar lebih adil di masa depan.
Pernyataan ini membuat komunitas berspekulasi bahwa sebagian besar transfer ETH kali ini mungkin dialokasikan untuk dana kompensasi bagi pengembang lama — meskipun belum ada konfirmasi resmi terkait hal itu.
Menariknya, meskipun nominalnya sangat besar, transfer Rp 10,8 triliun itu belum memengaruhi harga ETH secara signifikan. Pantauan JawaPos.com, harga Ethereum saat ini masih stabil di kisaran USD 3.864.
Namun analis memperingatkan, jika benar terjadi penjualan besar-besaran oleh Foundation, dampaknya bisa terasa dalam beberapa hari mendatang. “Likuidasi sebesar ini bisa mengguncang pasar dan memicu tekanan jual baru,” kata seorang analis yang dikutip BeInCrypto.
Untuk saat ini, baik pihak Ethereum Foundation maupun pengembang senior belum memberikan klarifikasi tambahan soal penggunaan dana tersebut. Para analis menyebut, langkah Foundation kali ini menandai fase sensitif bagi Ethereum, terutama setelah beberapa krisis teknis dan isu internal mengguncang reputasi proyek itu dalam beberapa bulan terakhir.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
