Ilustrasi Shiba Inu. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Kenaikan harga Shiba Inu dalam sepekan terakhir memberi angin segar di tengah stagnasi pasar kripto. Namun, di balik kabar baik ini, muncul sinyal peringatan yang justru bisa menekan harga lebih dalam dalam waktu dekat.
Dikutip dari BeInCrypto, Kamis (11/9), Shiba Inu sempat menguat hingga 6,69 persen dalam sepekan terakhir. Saat ini token diperdagangkan di level USD 0,00001291 atau setara dengan Rp 212,2 berdasarkan kurs Rp 16.450 per USD. Level ini merupakan titik tertinggi dalam tiga pekan terakhir.
Namun, alih-alih bertahan dan melanjutkan reli, harga SHIB justru menghadapi tekanan jual signifikan dari para pemegang jangka panjang atau long-term holders (LTHs).
Data on-chain menunjukkan metrik “age consumed” (indikator yang mencatat pergerakan token yang lama disimpan) melonjak tajam. Peningkatan ini menunjukkan bahwa para investor lama mulai mencairkan aset mereka dan mengambil keuntungan setelah reli harga.
“Ketika pemegang jangka panjang mulai menjual dalam jumlah besar, itu biasanya menandakan berkurangnya kepercayaan terhadap potensi kenaikan lanjutan,” tulis BeInCrypto.
Selama lima hari terakhir, lebih dari 906 miliar token SHIB senilai sekitar USD 11,6 juta atau setara Rp 190,9 miliar masuk ke bursa kripto.
Lonjakan aliran masuk ini mengindikasikan bahwa banyak investor memindahkan aset mereka ke exchange dengan niat untuk menjual. Metrik lain, seperti exchange net position change, juga menunjukkan tren bearish.
Padahal secara teknikal, Shiba Inu saat ini tengah mencoba membangun level support baru di angka USD 0,00001285 (Rp 211,2). Jika level ini mampu dipertahankan, ada kemungkinan harga SHIB kembali naik ke USD 0,00001391 (Rp 228,7).
Namun, jika tekanan jual berlanjut, harga bisa turun ke USD 0,00001252 (Rp 205) atau bahkan menyentuh USD 0,00001182 (Rp 194,5), yang akan menghapus seluruh kenaikan dalam sepekan terakhir.
Kondisi ini memperlihatkan kontras tajam antara aksi harga dan sentimen investor. Meski harga naik, kepercayaan investor jangka panjang justru memudar. Ini menjadi pengingat bahwa di pasar kripto, kenaikan harga belum tentu mencerminkan kekuatan fundamental jika tak didukung sentimen positif yang stabil dari para holder utama.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
