
Ilustrasi Solana. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Minat investor institusional terhadap Solana kian menguat. Terbaru, Pantera Capital dikabarkan tengah berupaya mengumpulkan dana hingga USD 1,25 miliar atau sekitar Rp 20,3 triliun untuk membentuk kendaraan investasi khusus Solana yang dinamakan Solana Co.
Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari fokus institusi yang sebelumnya lebih dominan ke Bitcoin. Jika sukses, Solana Co akan menjadi treasury Solana terbesar di dunia.
Dikutip dari Bitcoinist, Rabu (27/8), Pantera awalnya akan menghimpun USD 500 juta (sekitar Rp 8,15 triliun) dari investor dan menempatkannya ke dalam perusahaan yang telah terdaftar di bursa Nasdaq. Perusahaan itu akan membeli token SOL dalam jumlah besar dan dikonversi menjadi entitas treasury bertajuk Solana Co. Sisa dana sebesar USD 750 juta (Rp 12,2 triliun) akan dikumpulkan melalui mekanisme waran.
Pantera Capital bukan pemain baru di dunia kripto. Perusahaan ventura dan hedge fund asal Amerika Serikat ini telah mengelola aset lebih dari USD 4,8 miliar (Rp 78,2 triliun), dan dikenal sebagai pelopor dana investasi kripto pertama di Amerika sejak 2013.
Dalam surat terbuka kepada investor bulan ini, Pantera mengungkap bahwa mereka telah menggelontorkan lebih dari USD 300 juta (Rp 4,89 triliun) ke perusahaan yang mengadopsi model digital asset treasury (DAT).
“DAT bisa menghasilkan imbal hasil untuk meningkatkan nilai aset bersih per saham, artinya kepemilikan token bertambah seiring waktu, lebih menguntungkan ketimbang sekadar menyimpan token di dompet,” jelas Pantera dalam surat tersebut.
Pantera juga diketahui menjadi investor dalam proyek serupa yang dilakukan oleh perusahaan medis Sharps Technology. Sharps berencana membentuk treasury Solana senilai USD 400 juta (Rp 6,52 triliun). Dengan dua langkah ini, Pantera tampak semakin agresif memperluas pengaruhnya di sektor treasury berbasis altcoin.
Menariknya, pengumuman ini datang hanya sehari setelah laporan bahwa Galaxy Digital, Jump Crypto, dan Multicoin Capital juga sedang menyiapkan rencana pembentukan treasury Solana senilai USD 1 miliar (Rp 16,3 triliun).
Saat ini, Upexi tercatat sebagai perusahaan treasury Solana terbesar dengan kepemilikan sekitar 2 juta token SOL—dengan nilai setara USD 383 juta atau Rp 6,24 triliun. Jika rencana dari Galaxy dan Pantera terealisasi, rekor tersebut akan langsung terlampaui dua kali lipat, bahkan lebih.
Model digital asset treasury sendiri pertama kali dipopulerkan oleh Michael Saylor melalui perusahaannya, Strategy (sebelumnya MicroStrategy), yang membeli Bitcoin dalam jumlah besar untuk neraca keuangannya. Kini, pendekatan serupa mulai diterapkan untuk altcoin seperti Solana.
Menurut data dari Sentora (sebelumnya IntoTheBlock), baru sekitar 0,75% dari suplai beredar SOL yang disimpan oleh perusahaan treasury. Angka ini jauh di bawah Bitcoin yang mencapai lebih dari 9%, dan Ethereum sekitar 3,4%. Artinya, pasar Solana masih sangat awal dalam tren ini, membuka peluang besar bagi institusi.
Saat artikel ini ditulis, harga Solana tercatat di kisaran USD 190 atau sekitar Rp 3,09 juta, turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Meski begitu, rencana investasi besar dari Pantera dan kawan-kawan bisa menjadi bahan bakar baru untuk reli selanjutnya.
Dengan gelombang minat institusi yang terus tumbuh, Solana tak lagi hanya dipandang sebagai jaringan cepat untuk aplikasi terdesentralisasi. Kini, SOL juga menjadi salah satu kandidat utama untuk pengelolaan treasury modern di era aset digital.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
