
Ilustrasi pi network yang bersiap breakout. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pi Network (PI) mulai menunjukkan tanda-tanda stabilitas setelah mencatat kenaikan moderat 5 persen dalam sepekan terakhir. Meski masih tercatat turun lebih dari 17 persen dalam 30 hari terakhir, konsolidasi harga antara USD 0,617 hingga USD 0,68 atau sekitar Rp 10.129–Rp 11.152 (kurs Rp 16.400 per USD) memberikan harapan baru bagi para holder yang menantikan arah selanjutnya.
Dikutip dari beincrypto, Sabtu (26/4), beberapa indikator teknikal utama seperti Ichimoku Cloud, Relative Strength Index (RSI), dan garis EMA menunjukkan sinyal ketidakpastian yang kuat.
Harga PI saat ini diperdagangkan di dalam area merah pada Ichimoku Cloud, sebuah indikasi bahwa pasar masih dalam fase netral, tanpa arah dominan. Harga juga terjebak antara baseline merah (Kijun-sen) dan sedikit di atas conversion line biru (Tenkan-sen), mencerminkan lemahnya momentum jangka pendek.
Namun, ada secercah optimisme. Proyeksi ke depan dari Ichimoku Cloud menunjukkan perubahan warna dari merah ke hijau, sinyal awal bahwa sentimen pasar mulai berbalik ke arah positif. Meski begitu, untuk mengonfirmasi perubahan tren ini, harga PI harus mampu menembus dan bertahan di atas area cloud tersebut.
Relative Strength Index (RSI) PI kini berada di 51,41, turun dari level 70 dua hari sebelumnya. Penurunan ini menandakan bahwa momentum bullish sebelumnya telah mendingin, dan saat ini pasar berada dalam fase netral.
RSI di kisaran 50 biasanya menunjukkan bahwa pembeli dan penjual memiliki kekuatan seimbang. Jika RSI kembali naik, bisa mengindikasikan momentum bullish akan berlanjut. Sebaliknya, jika RSI terus turun menuju 40 atau lebih rendah, tekanan jual berpotensi meningkat.
Selama beberapa hari terakhir, Pi Network bergerak sideways di antara level resistance USD 0,68 (Rp 11.152) dan support USD 0,617 (Rp 10.129). Garis EMA yang saling berdekatan mempertegas bahwa volatilitas pasar saat ini rendah dan belum ada kekuatan dominan yang mengambil alih.
Jika tekanan beli menguat dan harga berhasil menembus di atas USD 0,68, potensi rally menuju USD 0,789 (Rp 12.940) bahkan USD 0,85 (Rp 13.940) terbuka lebar. Dalam skenario yang lebih optimistis, harga PI bisa kembali mengincar USD 1,04 (Rp 17.056), level psikologis penting yang terakhir kali disentuh pada Maret 2025.
Sebaliknya, jika support USD 0,617 gagal dipertahankan, tekanan jual bisa membawa harga turun ke USD 0,59 (Rp 9.676) atau bahkan USD 0,54 (Rp 8.856).
Dengan berbagai sinyal teknikal yang netral dan sentimen pasar yang mulai membaik, Pi Network berada dalam fase krusial. Arah breakout atau breakdown dalam beberapa sesi perdagangan ke depan akan menjadi penentu bagi pergerakan harga PI di bulan Mei.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
