
Ilustrasi bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Meski arah pasar kripto di tahun 2025 masih belum jelas, investor berpengalaman tampaknya mulai menunjukkan pergerakan menarik: kembali mengakumulasi Bitcoin.
Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran USD 83.200 atau sekitar Rp 1,36 miliar, turun lebih dari 2 persen dalam 24 jam terakhir.
Jika dibandingkan dengan rekor tertingginya di Januari lalu, yaitu USD 108.786 (Rp 1,78 miliar), BTC kini berada sekitar 24 persen di bawah titik tersebut.
Pertanyaannya, apakah ini hanya jeda dalam tren naik atau awal dari penurunan panjang? Dikutip dari Bitcoinist, Minggu (30/3), analis on-chain dari platform CryptoQuant, Axel Adler Jr., menyebut bahwa investor kawakan alias seasoned investors kembali mengumpulkan BTC dalam jumlah besar—suatu pertanda yang kerap mendahului lonjakan harga.
Menurut Adler, para investor jangka panjang telah menunjukkan empat fase akumulasi besar sepanjang siklus ini: Januari 2023, Oktober 2023, Oktober 2024, dan Maret 2025.
Di sisi lain, aktivitas jual dari kelompok yang sama mencatat puncak pada Januari, April, dan Juli 2024, serta Januari 2025.
Indikator utama yang digunakan untuk menganalisis perilaku ini adalah Value Days Destroyed (VDD), yang mencerminkan kebiasaan jual-beli investor jangka panjang.
Penurunan stabil pada indikator VDD sejak awal 2025 menunjukkan bahwa tekanan jual dari investor lama mulai mereda.
Adler menjelaskan ada tiga ciri penting dari fase pasar Bitcoin saat ini. Pertama, para investor berpengalaman yang sebelumnya menjual saat harga tinggi kini lebih memilih untuk menyimpan dan menambah kepemilikan.
Kedua, rendahnya nilai VDD menandakan bahwa tidak ada tekanan jual signifikan dari kelompok ini. Ketiga, dalam sejarah pergerakan Bitcoin, periode dengan VDD rendah sering kali diikuti oleh lonjakan harga karena akumulasi diam-diam yang dilakukan investor besar.
Singkatnya, data on-chain menunjukkan bahwa pelaku pasar veteran tidak lagi tertarik menjual di harga saat ini. Sebaliknya, mereka tampaknya menanti momentum kenaikan berikutnya. Jika pola historis berulang, maka ini bisa menjadi awal dari fase bullish jangka menengah bagi Bitcoin.
Meski saat ini harga BTC turun 2 persen dalam seminggu terakhir, seperti tercatat di CoinGecko, akumulasi yang dilakukan investor senior memberikan optimisme baru di tengah pasar yang masih diliputi ketidakpastian.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
