Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Maret 2025 | 16.35 WIB

Ripple vs SEC Berakhir! CEO Brad Garlinghouse Beberkan Rencana Besar XRP di Pasar Global

CEO Ripple Brad Garlinghouse. (Bloomberg) - Image

CEO Ripple Brad Garlinghouse. (Bloomberg)

JawaPos.com – CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengungkapkan bahwa kasus hukum panjang antara Ripple dan SEC kini telah berakhir, dengan SEC resmi mencabut bandingnya. Keputusan ini membawa angin segar bagi XRP, yang kini memiliki potensi lebih besar di pasar keuangan global.

Garlinghouse menegaskan bahwa hakim telah menyatakan XRP bukan sekuritas, sehingga perdebatan mengenai status regulasinya telah selesai.

Namun, Ripple masih memiliki dana escrow senilai USD 125 juta (Rp 2,02 triliun) yang masih dalam tahap diskusi terkait sanksi yang diberikan pengadilan sebelumnya.

Selain menyelesaikan perselisihan hukum, Garlinghouse juga membahas potensi XRP menjadi bagian dari Crypto Stockpile yang digagas pemerintahan Trump.

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS, ia yakin bahwa XRP bisa masuk ke dalam program tersebut bersama aset kripto lain yang telah disita oleh otoritas AS.

Dengan regulasi yang lebih jelas, Ripple kini melihat peluang besar untuk meluncurkan ETF XRP. Garlinghouse menyebutkan bahwa 11 perusahaan investasi besar, termasuk Bitwise dan Franklin Templeton, telah mengajukan proposal ETF XRP ke SEC. Ia optimis bahwa produk ini akan mendapatkan persetujuan dalam paruh kedua 2025, memberikan akses lebih luas bagi investor institusional untuk berinvestasi di XRP.

Ia juga menyoroti bahwa meskipun beberapa produk kripto mengalami outflows, produk berbasis XRP tetap mencatat inflows positif, menandakan permintaan yang terus meningkat meski sebelumnya menghadapi tekanan dari kasus SEC.

IPO Ripple dan Ekspansi Pasar

Spekulasi mengenai IPO Ripple telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, Garlinghouse menegaskan bahwa IPO bukan prioritas utama Ripple saat ini karena perusahaan mampu berkembang secara organik tanpa perlu tambahan modal besar. Sebaliknya, Ripple lebih fokus pada akuisisi perusahaan blockchain lain untuk memperkuat posisinya di industri.

"Kami lebih tertarik untuk melakukan akuisisi dibandingkan IPO dalam waktu dekat," kata Garlinghouse. Menurutnya, tahun 2025 akan menjadi periode konsolidasi besar di industri kripto, dengan banyak perusahaan mencari kemitraan strategis untuk memperluas cakupan bisnis mereka.

Stablecoin RLUSD: Proyek Baru Ripple yang Berpotensi Besar

Selain fokus pada XRP, Ripple juga telah meluncurkan stablecoin baru, RLUSD, pada akhir 2024. Garlinghouse mengungkapkan bahwa RLUSD telah melampaui ekspektasi awal perusahaan dan memiliki potensi untuk masuk ke dalam lima besar stablecoin teratas di pasar sebelum akhir tahun.

Dengan semakin banyaknya adopsi stablecoin di berbagai sektor, termasuk dalam sistem perdagangan 24 jam seperti yang diterapkan Robinhood, Ripple yakin bahwa stablecoin akan menjadi bagian penting dari masa depan keuangan digital. Dengan dukungan regulasi yang semakin jelas di AS, Ripple berencana mempercepat pengembangan ekosistem RLUSD dalam lima tahun ke depan.

Kesimpulan: Masa Depan Cerah untuk Ripple dan XRP?

Dengan berakhirnya kasus SEC, Ripple kini memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam ekspansi global dan inovasi produknya. Potensi ETF XRP, masuknya XRP ke dalam strategi Crypto Stockpile AS, serta pertumbuhan stablecoin RLUSD menjadi indikator kuat bahwa Ripple sedang berada di jalur pertumbuhan positif. Jika semua rencana ini berjalan sesuai harapan, XRP bisa menjadi salah satu aset digital paling berpengaruh di pasar kripto dalam beberapa tahun ke depan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore