Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Oktober 2023 | 17.44 WIB

Mario Gultom Suguhkan Bahasa Universal dalam Secangkir Kopi Sunyi

PROFESIONAL: Mario Gultom bersama karyawannya di Sunyi Coffee Barito, Jakarta Selatan. Sebanyak 95 persen pegawai Sunyi Coffee saat ini adalah difabel tunarungu. - Image

PROFESIONAL: Mario Gultom bersama karyawannya di Sunyi Coffee Barito, Jakarta Selatan. Sebanyak 95 persen pegawai Sunyi Coffee saat ini adalah difabel tunarungu.

Indonesia pada 2045 adalah negara yang memberikan akses setara bagi semua. Termasuk kalangan difabel. Mario Gultom ingin terlibat di dalamnya lewat secangkir kopi racikan difabel tunarungu. Menjadikan kopi sebagai suguhan inklusif yang ramah bagi semua orang.

”MAU pesan apa?” ucap Bunga tanpa terdengar sambil menggerakkan tangannya menggunakan isyarat Rabu (25/10). Mengetahui pelanggan di hadapannya tak paham, dia membuka buku menu. Lalu, pelanggan menunjuk kopi susu dan Bunga menyodorkan barcode untuk pembayaran.

Di antrean berikutnya, seorang pembeli perempuan berkomunikasi dengan Bunga menggunakan bahasa isyarat yang fasih. Yang kemudian direspons cepat oleh Bunga dengan senyum ramah.

Sunyi Coffee di kawasan Barito, Jakarta Selatan, memang berbeda. Di kedai kopi itu, mayoritas pegawai difabel. Karena itu, founder Sunyi Coffee Mario Pandapotan H. Gultom memajang banner abjad isyarat untuk membantu pengunjung berkomunikasi dengan para pegawainya.

Mario mendirikan Sunyi Coffee pada 2019 dan kini telah memiliki tiga cabang. Barito adalah cabang ketiga yang mulai buka pada Maret lalu.

Kini Sunyi Barito menjadi cabang terlaris meski paling belakangan dibuka. Dalam sehari, ratusan gelas kopi terjual. Bahkan di akhir pekan bisa laku hampir seribu gelas sehari.

Ide menggandeng kalangan difabel. Berawal dari keresahan melihat banyak difabel yang tak mendapat pekerjaan karena dianggap tak mampu bersaing. ”Saya punya passion pada kemanusiaan,” jelas Mario, lalu tertawa.

Awalnya, dia memperkerjakan lima pegawai dengan berbagai hambatan. Mulai tunadaksa, tunarungu, hingga tunanetra. Kini, di tiga cabang Sunyi Coffiee, Mario telah merekrut 40 pegawai. ”Hampir 95 persen pegawai saya difabel,” ungkap lelaki kelahiran 17 Maret 1994 tersebut.

Bersama empat kawannya, Mario belajar intensif mengenai bisnis dan peluang tersebut. Termasuk yang utama, belajar bahasa isyarat selama empat bulan. Tujuannya, Mario mampu berkomunikasi dengan karyawannya. Kemampuannya berbahasa isyarat berkembang pesat justru bukan saat pelatihan, melainkan saat berkomunikasi setiap hari dengan para pegawai istimewanya di Sunyi Coffee.

Kini konsep unik kafe yang memberdayakan difabel itu mendapat banyak respons positif. Tak hanya membuat orang penasaran datang, tawaran dilayani para pegawai istimewa itu juga membuat banyak pengunjung respek. ”Dan yang paling penting, kami tidak pernah menjual kesedihan,” tegasnya. Semua pegawai benar-benar dilatih secara profesional. Mereka harus melayani konsumen sebaik-baiknya. Ramah, cekatan, dan profesional.

Mario berharap ke depan Sunyi Coffee terus berkembang. Dia punya impian, kelak di setiap kota besar di Indonesia, ada Sunyi Coffee. Bagi Mario, Sunyi Coffee bukan sekadar bisnis kafe seperti yang menjamur belakangan ini. Lebih dari itu, keberadaan Sunyi Coffee akan mendorong interaksi antara kalangan difabel dan masyarakat nondifabel lebih intensif. (elo/c14/byu)

---

PROFESIONAL: Mario Gultom bersama karyawannya di Sunyi Coffee Barito, Jakarta Selatan. Sebanyak 95 persen pegawai Sunyi Coffee saat ini adalah difabel tunarungu.

TENTANG MARIO GULTOM

  • Nama lengkap: Mario Pandapotan H. Gultom
  • Lahir : Jakarta, 17 Maret 1994
  • Founder Sunyi Coffee, berdiri sejak 2019 Punya tiga cabang dengan 40 karyawan (95 persen difabel tunarungu)
  • Moto: ”Karena bisnis bukan sekadar profit, tapi juga impact”

Sumber: Mario Gultom

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore