
PROFESIONAL: Mario Gultom bersama karyawannya di Sunyi Coffee Barito, Jakarta Selatan. Sebanyak 95 persen pegawai Sunyi Coffee saat ini adalah difabel tunarungu.
Indonesia pada 2045 adalah negara yang memberikan akses setara bagi semua. Termasuk kalangan difabel. Mario Gultom ingin terlibat di dalamnya lewat secangkir kopi racikan difabel tunarungu. Menjadikan kopi sebagai suguhan inklusif yang ramah bagi semua orang.
”MAU pesan apa?” ucap Bunga tanpa terdengar sambil menggerakkan tangannya menggunakan isyarat Rabu (25/10). Mengetahui pelanggan di hadapannya tak paham, dia membuka buku menu. Lalu, pelanggan menunjuk kopi susu dan Bunga menyodorkan barcode untuk pembayaran.
Di antrean berikutnya, seorang pembeli perempuan berkomunikasi dengan Bunga menggunakan bahasa isyarat yang fasih. Yang kemudian direspons cepat oleh Bunga dengan senyum ramah.
Sunyi Coffee di kawasan Barito, Jakarta Selatan, memang berbeda. Di kedai kopi itu, mayoritas pegawai difabel. Karena itu, founder Sunyi Coffee Mario Pandapotan H. Gultom memajang banner abjad isyarat untuk membantu pengunjung berkomunikasi dengan para pegawainya.
Mario mendirikan Sunyi Coffee pada 2019 dan kini telah memiliki tiga cabang. Barito adalah cabang ketiga yang mulai buka pada Maret lalu.
Kini Sunyi Barito menjadi cabang terlaris meski paling belakangan dibuka. Dalam sehari, ratusan gelas kopi terjual. Bahkan di akhir pekan bisa laku hampir seribu gelas sehari.
Ide menggandeng kalangan difabel. Berawal dari keresahan melihat banyak difabel yang tak mendapat pekerjaan karena dianggap tak mampu bersaing. ”Saya punya passion pada kemanusiaan,” jelas Mario, lalu tertawa.
Awalnya, dia memperkerjakan lima pegawai dengan berbagai hambatan. Mulai tunadaksa, tunarungu, hingga tunanetra. Kini, di tiga cabang Sunyi Coffiee, Mario telah merekrut 40 pegawai. ”Hampir 95 persen pegawai saya difabel,” ungkap lelaki kelahiran 17 Maret 1994 tersebut.
Bersama empat kawannya, Mario belajar intensif mengenai bisnis dan peluang tersebut. Termasuk yang utama, belajar bahasa isyarat selama empat bulan. Tujuannya, Mario mampu berkomunikasi dengan karyawannya. Kemampuannya berbahasa isyarat berkembang pesat justru bukan saat pelatihan, melainkan saat berkomunikasi setiap hari dengan para pegawai istimewanya di Sunyi Coffee.
Kini konsep unik kafe yang memberdayakan difabel itu mendapat banyak respons positif. Tak hanya membuat orang penasaran datang, tawaran dilayani para pegawai istimewa itu juga membuat banyak pengunjung respek. ”Dan yang paling penting, kami tidak pernah menjual kesedihan,” tegasnya. Semua pegawai benar-benar dilatih secara profesional. Mereka harus melayani konsumen sebaik-baiknya. Ramah, cekatan, dan profesional.
Mario berharap ke depan Sunyi Coffee terus berkembang. Dia punya impian, kelak di setiap kota besar di Indonesia, ada Sunyi Coffee. Bagi Mario, Sunyi Coffee bukan sekadar bisnis kafe seperti yang menjamur belakangan ini. Lebih dari itu, keberadaan Sunyi Coffee akan mendorong interaksi antara kalangan difabel dan masyarakat nondifabel lebih intensif. (elo/c14/byu)
---
PROFESIONAL: Mario Gultom bersama karyawannya di Sunyi Coffee Barito, Jakarta Selatan. Sebanyak 95 persen pegawai Sunyi Coffee saat ini adalah difabel tunarungu.
TENTANG MARIO GULTOM
Sumber: Mario Gultom

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
