alexametrics

Hati-hati, Kolesterol Tinggi dan Pengentalan Darah Bisa Picu Stroke

23 September 2018, 13:55:10 WIB

JawaPos.com – Gaya hidup dan pola makan tinggi lemak membuat kolesterol naik. Kolesterol terdiri dari berbagai macam lemak jahat dan lemak baik. Apalagi jika dipicu dengan darah yang kental, risiko terserang stroke akan lebih tinggi.

Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K) menjelaskan orang Asia lebih banyak terserang stroke di pembuluh darah bagian kepala. Sedangkan orang Eropa di bagian leher.

Orang Asia saat ini pun gaya hidupnya sama dengan orang negara Barat yang gemar makan fast food. Apalagi ditambah dengan lingkungan yang tak sehat seperti polusi udara dan banyaknya transportasi yang lebih instan. Sehingga membuat seseorang malas bergerak.

“Stroke paling banyak di atas usia 60 tahun. Namun kini bergeser ke usia muda. Ada pasien saya 18 tahun kena stroke karena adanya kelainan pembuluh darah di otak. Tapi kalau usia 30-40 kena stroke itu akibat gaya hidup,” jelas dr. Kurniawan dalam diskusi paparan hasil studi XANAP terkait pasien stroke dan gangguan irama jantung baru-baru ini.

Lalu seberapa besar kolesterol dan pengentalan darah menyumbang risiko stroke?

1. Kolesterol

Jenis-jenis kolesterol terdiri dari lemak jahat LDL (low-density lipoprotein). HDL (high-density lipoprotein) kolesterol baik dan trigleserida.

Kolesterol LDL dianggap sebagai kolesterol jahat karena berkontribusi terhadap plak, tebal, tumpukan lemak yang keras yang dapat menyumbat arteri dan membuat pembuluh darah menjadi kurang fleksibel. Jika bentuk gumpalan dan blok arteri menyempit, maka dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Sedangkan HDL membantu menghilangkan kolesterol LDL dari arteri. HDL bertugas membawa kolesterol LDL dari arteri untuk kembali ke hati, di mana kolesterol akhirnya dipecah dan dihilangkan dari tubuh.

Lalu trigliserida merupakan salah satu jenis lemak dalam darah yang dibutuhkan tubuh untuk diubah menjadi energi. Kadar trigliserida yang tinggi akan menaikkan risiko serangan jantung dan stroke biasanya terjadi pada orang dengan obesitas.

“Kolestrerol memang faktor risiko. Jika kolesterol saja, kami belum punya datanya berapa persen. Tapi biasanya disertai hipertensi atau diabetes. Angkanya 50-60 persen. Dibanding pasien kolesterol dengan gangguan irama jantung hanya 20 persen. Atau disertai hipertensi ada FA atau diabetes,” kata dr. Kurniawan.

2. Pengentalan Darah

Pengentalan darah juga faktor risiko stroke. Darah yang kental disebabkan gangguan sel-sel pada darah lebih tinggi. Itu karena pada pasien gangguan darah terjadi faktor pembekuan darah lebih dominan.

“Memang ada bawaan gangguan darah. Atau pada orang dengan penyakit auto imun dan kanker, biasanya darahnya lebih kental. Jadi kalau bicara kekentalan darah tergantung penyakitnya dulu,” katanya.

Menurutnya, seseorang yang terlalu lelah tidak akan menyebabkan darah menjadi kental. Namun memang ada kaitannya jika seseorang mengalami dehidrasi darahnya menjadi kental.

“Ada orang dehidrasi, kurang minum darahnya kental. Memang dari hasil pemeriksaan darah, darahnya kental. Tapi tak berhubungan langsung dengan stroke. Kekentalan darah ini bicara soal gangguan pembuluh darahnya yang terganggu. Bukan kadar eritrosit atau Hemoglobin,” papar dr. Kurniawan.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : (ika/JPC)




Close Ads
Hati-hati, Kolesterol Tinggi dan Pengentalan Darah Bisa Picu Stroke