
Petugas kurban mengemas daging kurban menggunakan besek yang terbuat dari anyaman bambu di Kebayoran Lama, Jakarta, Minggu (11/8/2019). Penggunaan wadah daging kurban yang terbuat dari bambu ini dilakukan sebagai pengganti plastik. Hal ini dilakukan untu
JawaPos.com - Idul Adha identik dengan perayaan bersama keluarga untuk menyantap daging kurban bersama-sama. Ingatlah porsinya, sebab ancaman bernagai penyakit bisa saja muncul setelah mengonsumsi daging kurban jika berlebihan. Misalnya hipertensi, diabetes, dan kolesterol.
Direktur Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center (SEAFAST), Prof Nuri Andarwulan menjelaskan, daging kurban pasti berasal dari hewan ternak kaki 4 yang sehat. Sehingga tidak mungkin juga untuk menghindari kolesterol pada daging merah.
"Tak bisa menghindari kolesterol pada daging merah. Yang ada adalah bagian daging hewan yang sedikit kandungan lemak dan kolesterolnya," kata Prof Nuri kepada JawaPos.com, Kamis (30/7).
Untuk itu, perhatikan cara memasaknya. Cara memasak daging yang tepat adalah dengan menghasilkan masakan bergizi, aman dan menyehatkan bagi orang yang mengonsumsinya. Lalu seperti apa cara memasaknya?
1. Jika Dibuat Sate
Untuk sate, pastikan daging yang diperoleh ‘bersih’. Artinya proses penyembelihan hewan dan pemotongan bagian-bagiannya di tempat yang sanitasinya dan higiene penjamahnya terjamin.
Proses penyiapan sate (daging dan peralatannya) juga terjamin kebersihannya. Untuk menjamin keamanannya, sebaiknya daging dipanggang atau dibakar hingga ‘well done’ atau matang.
2. Jika Dibuat Sup
Untuk sup karena proses pengolahannya dengan suhu tinggi (rebus), maka tingkat keamanannya tinggi. Sebab dimasak dengan keadaan lama dan mendidih.
Untuk kandungan kolesterolnya, tergantung bagian daging yang dimasak. Adanya bagian lemak (lemak kambing) tergantung dari orang yang mengolahnya. Bisa disertakan pada sate atau sop.
"Lemak hewan dan daging hewan berlemak mengandung kolesterol lebih tinggi dibnding daging murni (misalnya daging khas), "katanya
Jadi mana lebih sehat?
Tergantung pilihan. Jika tak mau banyak kolesterolnya, maka lemak daging (gajih) jangan diikutsertakan dalam masakan. Khususnya bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit sebelumnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=G-lzpH9boiU
https://www.youtube.com/watch?v=7KTKEkG8NII
https://www.youtube.com/watch?v=kXaoGPwYV80
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Eagles Berpeluang Pesta Gol
Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris: Laga Sengit Berpotensi Imbang di Vitality
Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Kans The Villa Menang Tipis
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022