
Calon penumpang menggunakan hand sanitizer di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Fasilitas hand sanitizer yang disediakan MRT ditiap stasiun sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus corona. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Untuk memutus mata rantai virus Korona dari manusia ke manusia cara paling efektif adalah selalu menjaga kebersihan tangan. Sebab virus ini bisa menular melalui droplet (percikan dahak) dari orang yang sakit dan juga droplet yang menempel pada berbagai benda. Cuci tangan adalah cara paling efektif untuk membunuh kuman, begitu penggunaan antiseptik dan hand sanitizer.
"Kami selalu anjurkan kampanye cuci tangan dengan sabun, dengan air mengalir, dan hand sanitizer. Langsung mandi jika usah pergi dari luar. Dan ingat, jangan menyentuh area wajah," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku B. Adisasmito dalam konferensi pers, Senin (30/3).
Menurut Prof Wiku, antiseptik adalah senyawa kimia yang berfungsi menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan hidup yakni kulit. Antiseptik digunakan untuk mencuci tangan, membersihkan kulit terluka, dan mengobati rongga mulut.
"Sedangkan cuci tangan bisa dengan sabun batang atau cair. Serta dengan hand sanitizer yang tersedia di pasaran," jelasnya.
Kandungan hand sanitizer sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni ethanol 96 persen, gliserol 98 persen, hidrogen peroksida, dan air steril atau aquades. "Tapi penggunaannya jangan berlebihan agar tak sebabkan iritasi kulit. Harus berhati-hati karena mudah terbakar. Apalagi bagi perokok dan yang sedang di dapur," katanya.
Dalam laman NPR, sebuah studi menemukan bahwa virus dapat bertahan hidup di permukaan keras seperti plastik dan stainless steel hingga 72 jam dan di atas kardus hingga 24 jam. "Virus ini memiliki kemampuan untuk tetap hidup selama berhari-hari," kata penulis studi, James Lloyd-Smith yang juga asisten profesor ekologi dan biologi evolusi di University of California, Los Angeles.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memperkirakan waktu bertahan hidup di permukaan beberapa jam hingga beberapa hari. Menariknya, beberapa permukaan kurang ramah terhadap SARS-CoV-2 seperti tembaga, virus itu tetap bertahan sekitar empat jam.
Virus dapat mencemari permukaan ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Tetesan pernapasan atau droplet yang sarat virus dapat mendarat di gagang pintu, tombol lift, pegangan tangan atau meja dan menyebarkan virus ke siapa pun yang kemudian menyentuh permukaan ini. Maka selalu ingat agar jangan menyentuh wajah sebelum tangan kita dicuci dengan sabun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
